Kompas.com - 11/09/2017, 16:09 WIB
Anjing liar afrika (Lycaon pictus) dengan sengaja bersin untuk memberikan suara mereka dalam diskusi yang menyangkut kelompok. BEVERLY JOUBERT, NATIONAL GEOGRAPHIC CREATIVEAnjing liar afrika (Lycaon pictus) dengan sengaja bersin untuk memberikan suara mereka dalam diskusi yang menyangkut kelompok.
|
EditorShierine Wangsa Wibawa

KOMPAS.com -- Bagi manusia, bersin adalah sebuah tindakan yang tidak disengaja ketika hidung terasa gatal akibat flu atau debu. Namun, anjing liar afrika (Lycaon pictus) dengan sengaja bersin untuk memberikan suara mereka dalam diskusi yang menyangkut kelompok.

Setelah menemukan tempat untuk bermalam, misalnya, anjing liar afrika bersin-bersin dalam ritual yang disebut “rapat sosial” untuk menentukan kapan mereka harus mulai berburu.

Hal ini dipublikasikan dalam The Proceedings of the Royal Society B: Biological Sciences oleh para peneliti dari University of New South Wales di Australia, Brown University di Amerika Serikat, dan Swansea University di Inggris ketika mengamati perilaku anjing liar afrika di Botswana Predator Conservation Trust.

Sebenarnya, perilaku bersin-bersin di antara anjing liar afrika telah lama diketahui oleh para pakar. Namun, selama ini mereka beranggapan bahwa perilaku tersebut dilakukan untuk membersihkan saluran pernafasan saja.

Setelah mengamati 68 rapat sosial anjing liar afrika, para peneliti mendapati bahwa semakin banyak anggota yang bersin, maka semakin cepat kelompok tersebut bergerak untuk berburu.

Dr Andrew King dari Swansea University berkata kepada BBC 6 September 2017 bahwa bersin berfungsi sebagai “kuorum”, jumlah minimum anggota yang harus hadir untuk mengesahkan sebuah keputusan.

“Bersin-bersin ini berfungsi sebagai kuorum sehingga jumlahnya harus mencapai batas tertentu sebelum kelompok mengubah aktivitasnya,” ujarnya.

Akan tetapi, tidak semua bersin memiliki nilai yang sama. Reena Walker dari Brown University mengungkapkan bahwa ketika ada anggota dominan ikut rapat, ia hanya perlu bersin beberapa kali agar keputusan tercipta.

“Tapi, kalau pasangan dominan tidak terlibat, lebih banyak bersin dibutuhkan –sekitar 10- sebelum kelompok bergerak,” katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber BBC

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gempa Terkini: M 6,1 Guncang Talaud, Ini Catatan Gempa yang Pernah Terjadi di Sulawesi Utara

Gempa Terkini: M 6,1 Guncang Talaud, Ini Catatan Gempa yang Pernah Terjadi di Sulawesi Utara

Fenomena
Indonesia Didorong Jadi Lumbung Pangan Dunia Lewat Studi Pertanian

Indonesia Didorong Jadi Lumbung Pangan Dunia Lewat Studi Pertanian

Oh Begitu
Sejarah Penemuan Termometer: Penemu dan Perkembangannya

Sejarah Penemuan Termometer: Penemu dan Perkembangannya

Oh Begitu
Bagaimana Bulan Bisa Bersinar Terang di Malam Hari?

Bagaimana Bulan Bisa Bersinar Terang di Malam Hari?

Oh Begitu
Penyakit Tifus: Penyebab, Gejala, dan Jenis-jenisnya

Penyakit Tifus: Penyebab, Gejala, dan Jenis-jenisnya

Kita
Kabar Baik, Populasi Jerapah Meningkat 20 Persen, Ini Kata Ilmuwan

Kabar Baik, Populasi Jerapah Meningkat 20 Persen, Ini Kata Ilmuwan

Fenomena
[POPULER SAINS]: Penyebab Letusan Gunung Krakatau 1883 | Karbon Purba Mars | Fenomena Aphelion | Gunung Merapi Semburkan Awan Panas

[POPULER SAINS]: Penyebab Letusan Gunung Krakatau 1883 | Karbon Purba Mars | Fenomena Aphelion | Gunung Merapi Semburkan Awan Panas

Oh Begitu
Hasil Tes Covid dari Alat RT-LAMP BRIN Diklaim Bisa Keluar Kurang dari Satu Jam

Hasil Tes Covid dari Alat RT-LAMP BRIN Diklaim Bisa Keluar Kurang dari Satu Jam

Oh Begitu
Roket Falcon 9 SpaceX Berhasil Luncurkan 49 Satelit Internet Starlink ke Luar Angkasa

Roket Falcon 9 SpaceX Berhasil Luncurkan 49 Satelit Internet Starlink ke Luar Angkasa

Fenomena
Gunung Merapi Semburkan Awan Panas, Waspada Radius 5 KM dari Puncak

Gunung Merapi Semburkan Awan Panas, Waspada Radius 5 KM dari Puncak

Fenomena
Penyebab Kanker Limpa dan Faktor Risikonya

Penyebab Kanker Limpa dan Faktor Risikonya

Kita
Atom yang Mendapatkan atau Melepas Elektron untuk Pembentukan Ion

Atom yang Mendapatkan atau Melepas Elektron untuk Pembentukan Ion

Prof Cilik
Inti Sel: Pengertian, Fungsi, dan Bagian-bagiannya

Inti Sel: Pengertian, Fungsi, dan Bagian-bagiannya

Kita
Matahari akan Terbenam Lebih Lambat di Indonesia Akhir Januari 2022, Ada Apa?

Matahari akan Terbenam Lebih Lambat di Indonesia Akhir Januari 2022, Ada Apa?

Fenomena
Fenomena Ekuiluks Terjadi di Indonesia Sebulan ke Depan, Apa Dampaknya?

Fenomena Ekuiluks Terjadi di Indonesia Sebulan ke Depan, Apa Dampaknya?

Fenomena
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.