Kompas.com - 29/08/2017, 20:23 WIB
|
EditorShierine Wangsa Wibawa

KOMPAS.com -- Anda mungkin pernah mengalami telinga yang tiba-tiba berdengung. Saat itu terjadi, sebagian masyarakat percaya bahwa telinga yang berdengung merupakan tanda bahwa Anda sedang digosipkan oleh orang lain. Namun, nyatanya sains berbicara lain.

Para peneliti dari University Illinois mengungkapkan bahwa dengung di telinga atau tinnitus berhubungan dengan perubahan jaringan tertentu pada otak.

Menggunakan Magnetic Resonance Imaging (MRI), para peneliti mencari pola pada fungsi dan struktur otak. Ternyata, tinnitus terjadi di wilayah otak yang disebut dengan precuneus.

(Baca juga: Ketakutan Cuma Produk Otak, Kita Bisa Menghapusnya jika Mau)

Precuneus terhubungan dengan dua jaringan yang memiliki fungsi berlawanan: jaringan atensi dorsal yang aktif saat ada sesuatu yang menarik perhatian seseorang dan jaringan mode standar yang merupakan fungsi “latar belakang” otak saat beristirahat dan tidak memikirkan sesuatu secara khusus.

“Ketika jaringan mode standar aktif, jaringan atensi dorsal tidak aktif, dan sebaliknya. Kami menemukan bahwa precuneus pada pasien tinnitus tampaknya berperan dalam hubungan tersebut,” kata Sara Schmidt, mahasiswa pascasarjana dalam program sains otak dan salah satu peneliti.

Dalam publikasinya di jurnal NeuroImage: Clinical, para periset menemukan bahwa pada pasien dengan tinnitus kronis, precuneus lebih terhubung ke jaringan atensi dorsal. Hubungan itu semakin meningkat seiring meningkatnya dengung tinnitus.

“Ini juga menyiratkan bahwa pasien tinnitus tidak benar-benar istirahat, bahkan saat beristirahat. Ini bisa menjelaskan mengapa banyak laporan (pasien) yang merasa semakin kelelahan,” kata pemimpin studi Fatima Husain, seorang profesor ilmu kemampuan berbicara dan pendengaran di University of Illinois.

(Baca Juga: Merasa Pelupa? Mungkin Itu Gejala Anda Bertambah Pintar)

“Selain itu, perhatian mereka lebih banyak diarahakan kepada tinnitus sehingga sering mengalami masalah gangguan konsentrasi,” ujarnya lagi.

Akan tetapi, pasien yang baru terkena tinnitus tidak menunjukkan adanya perbedaan dalam konektivitas precuneus. Gejala ini menarik para peneliti untuk menemukan kapan dan bagaimana perubahan dalam konektivitas otak dimulai, serta kemungkinan pencegahan yang dapat dilakukan.

"Kami tidak tahu apa yang akan terjadi pada pasien yang baru-baru ini mengalami tinnitus, jadi langkah selanjutnya adalah melakukan penelitian jangka panjang untuk mengikuti seseorang yang baru mengalami tinnitus dan melihat kapan perubahan precuneus mulai terjadi," kata Schmidt.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fosil Otak Tertua Ditemukan, Berusia 525 Juta Tahun

Fosil Otak Tertua Ditemukan, Berusia 525 Juta Tahun

Oh Begitu
Mengenal Hiu Greenland, Ikan Hiu yang Bisa Hidup hingga 400 Tahun

Mengenal Hiu Greenland, Ikan Hiu yang Bisa Hidup hingga 400 Tahun

Oh Begitu
5 Makanan Sehat untuk Menambah Berat Badan

5 Makanan Sehat untuk Menambah Berat Badan

Oh Begitu
Ikan Tuna Mengandung Merkuri, Ini Cara Aman Mengonsumsinya

Ikan Tuna Mengandung Merkuri, Ini Cara Aman Mengonsumsinya

Oh Begitu
Mengapa Piranha Memiliki Gigi yang Sangat Tajam?

Mengapa Piranha Memiliki Gigi yang Sangat Tajam?

Oh Begitu
4 Cara Efektif Menurunkan Berat Badan bagi Wanita

4 Cara Efektif Menurunkan Berat Badan bagi Wanita

Oh Begitu
Apa Makanan Ikan Piranha?

Apa Makanan Ikan Piranha?

Oh Begitu
Penyebab Terbentuknya Pelangi Merah

Penyebab Terbentuknya Pelangi Merah

Fenomena
Di Mana Sel Sperma Diproduksi?

Di Mana Sel Sperma Diproduksi?

Kita
Cara Mencegah Resistensi Antimikroba dalam Perawatan Luka

Cara Mencegah Resistensi Antimikroba dalam Perawatan Luka

Oh Begitu
Kandungan Susu Murni, Bisa untuk Menambah Berat Badan

Kandungan Susu Murni, Bisa untuk Menambah Berat Badan

Oh Begitu
5 Ikan Hiu Tercepat di Dunia

5 Ikan Hiu Tercepat di Dunia

Oh Begitu
Kencing Berbusa pada Anak, Apakah Berbahaya?

Kencing Berbusa pada Anak, Apakah Berbahaya?

Oh Begitu
3 Manfaat Ikan Tuna Kalengan untuk Kesehatan

3 Manfaat Ikan Tuna Kalengan untuk Kesehatan

Oh Begitu
Media Sosial Berdampak Buruk pada Kesehatan Mental, Bagaimana Cara Mengatasinya?

Media Sosial Berdampak Buruk pada Kesehatan Mental, Bagaimana Cara Mengatasinya?

Kita
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.