Kompas.com - 18/08/2017, 20:06 WIB
Seekor singa terlihat mengendus-endus seekor kuda nil yang sedang tidur Will Brookes/YoutubeSeekor singa terlihat mengendus-endus seekor kuda nil yang sedang tidur
|
EditorShierine Wangsa Wibawa

KOMPAS.com -- Anda mungkin sudah tahu bahwa kuda nil adalah mamalia darat paling berbahaya dan tidak suka dikagetkan. Namun, tampaknya seekor singa betina yang kurang beruntung tidak mendapatkan memo tersebut dan terlambat mengetahuinya.

Dalam sebuah video yang direkam oleh Will Brookes ketika sedang bulan madu di suaka margasatwa Maasai Mara, Kenya; singa betina tersebut tengah berjalan-jalan di padang rumput ketika ia menemukan gundukan besar.

Singa tersebut tampak penasaran dan mengendus-endus bagian belakang gundukan yang ternyata seekor kuda nil yang sedang tidur.

(Baca juga: Pertama Kali, Induk Singa Adopsi Anak Macan Tutul)

“Ia tampaknya hanya penasaran (dan) mengendus-endus kuda nil tersebut,” kata Kathleen Alexander, seorang dosen yang mempelajari singa Afrika di Virginia Tech, menanggapi video tersebut, seperti yang dikutip dari National Geographic 8 Agustus 2017.

Akan tetapi, tindakan singa betina ini mengejutkan kuda nil hingga terbangun. Dengan segera mamalia yang berukuran jauh lebih besar dari dirinya ini berdiri.

Walaupun sudah berusaha untuk melarikan diri, singa tersebut segera tertangkap. Kuda nil yang bermulut besar menggigit kepalanya dan mengayun-ayunkan singa malang tersebut.

Menggunakan kukunya yang tajam, singa pun menyerang balik dan mencakar kuda nil hingga berhasil melepaskan dan melarikan diri.

(Baca juga: Dua Ular Mematikan Berebut Pasangan dan Inilah yang Akhirnya Terjadi)

Alexander yang melihat video tersebut berkata bahwa dia ragu kuda nil benar-benar menggigit singa dan menduga bahwa hewan tersebut sekadar mendorong-dorong si kucing besar dengan kepalanya. “Jika kuda nil benar-benar menangkap singa pada bagian kepalanya, singa tersebut tidak mungkin masih hidup,” ujarnya.

Namun, Brookes yang menghubungi National Geographic menjelaskan bahwa walaupun singa tampak bisa melarikan diri dalam video, belakangan dia menemukan hewan malang tersebut dalam keadaan sekarat dan berdarah di bagian mulutnya. Petugas Maasai Mara yang memeriksa, menduga bahwa singa tersebut mengalami pendarahan pada organ dalamnya.

Hal ini tidak mengherankan. Kuda nil memang dikenal memiliki rahang yang kuat dan terbukti mampu memberikan tekanan lebih dari 800 kilogram per inci. Dikombinasikan dengan sifatnya yang agresif dan sangat teritorial, hewan ini membunuh lebih banyak orang di Afrika dalam setahun dibanding semua penyakit, kecuali malaria.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengertian Sabana serta Contoh Flora dan Faunanya

Pengertian Sabana serta Contoh Flora dan Faunanya

Oh Begitu
Gempa Talaud Hari Ini Sudah 9 Kali Susulan, BMKG Tegaskan Bukan Gempa Megathrust

Gempa Talaud Hari Ini Sudah 9 Kali Susulan, BMKG Tegaskan Bukan Gempa Megathrust

Fenomena
Gempa Terkini: M 6,1 Guncang Talaud, Ini Catatan Gempa yang Pernah Terjadi di Sulawesi Utara

Gempa Terkini: M 6,1 Guncang Talaud, Ini Catatan Gempa yang Pernah Terjadi di Sulawesi Utara

Fenomena
Indonesia Didorong Jadi Lumbung Pangan Dunia Lewat Studi Pertanian

Indonesia Didorong Jadi Lumbung Pangan Dunia Lewat Studi Pertanian

Oh Begitu
Sejarah Penemuan Termometer: Penemu dan Perkembangannya

Sejarah Penemuan Termometer: Penemu dan Perkembangannya

Oh Begitu
Bagaimana Bulan Bisa Bersinar Terang di Malam Hari?

Bagaimana Bulan Bisa Bersinar Terang di Malam Hari?

Oh Begitu
Penyakit Tifus: Penyebab, Gejala, dan Jenis-jenisnya

Penyakit Tifus: Penyebab, Gejala, dan Jenis-jenisnya

Kita
Kabar Baik, Populasi Jerapah Meningkat 20 Persen, Ini Kata Ilmuwan

Kabar Baik, Populasi Jerapah Meningkat 20 Persen, Ini Kata Ilmuwan

Fenomena
[POPULER SAINS]: Penyebab Letusan Gunung Krakatau 1883 | Karbon Purba Mars | Fenomena Aphelion | Gunung Merapi Semburkan Awan Panas

[POPULER SAINS]: Penyebab Letusan Gunung Krakatau 1883 | Karbon Purba Mars | Fenomena Aphelion | Gunung Merapi Semburkan Awan Panas

Oh Begitu
Hasil Tes Covid dari Alat RT-LAMP BRIN Diklaim Bisa Keluar Kurang dari Satu Jam

Hasil Tes Covid dari Alat RT-LAMP BRIN Diklaim Bisa Keluar Kurang dari Satu Jam

Oh Begitu
Roket Falcon 9 SpaceX Berhasil Luncurkan 49 Satelit Internet Starlink ke Luar Angkasa

Roket Falcon 9 SpaceX Berhasil Luncurkan 49 Satelit Internet Starlink ke Luar Angkasa

Fenomena
Gunung Merapi Semburkan Awan Panas, Waspada Radius 5 KM dari Puncak

Gunung Merapi Semburkan Awan Panas, Waspada Radius 5 KM dari Puncak

Fenomena
Penyebab Kanker Limpa dan Faktor Risikonya

Penyebab Kanker Limpa dan Faktor Risikonya

Kita
Atom yang Mendapatkan atau Melepas Elektron untuk Pembentukan Ion

Atom yang Mendapatkan atau Melepas Elektron untuk Pembentukan Ion

Prof Cilik
Inti Sel: Pengertian, Fungsi, dan Bagian-bagiannya

Inti Sel: Pengertian, Fungsi, dan Bagian-bagiannya

Kita
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.