Kompas.com - 15/08/2017, 19:06 WIB
Sebuah ilustrasi menunjukkan bagaimana Maiopatagium furculiferum mungkin bergerak di antara pohon di era Jurasik. April I. Neander/University of ChicagoSebuah ilustrasi menunjukkan bagaimana Maiopatagium furculiferum mungkin bergerak di antara pohon di era Jurasik.
EditorShierine Wangsa Wibawa

KOMPAS.com -- Para ahli paleontologi mengungkap dua spesies baru dari mamalia peluncur mungil yang hidup berdampingan dengan dinosaurus hampir 160 juta tahun silam.

Meski mereka bukanlah mamalia peluncur pertama yang diketahui dari periode waktu ini, namun kedua spesimen tersebut unik karena mereka memiliki membran kulit tipis dan berbulu yang melekat pada anggota gerak depan dan belakang mereka. Bagian tersebut, terawetkan di batuan dengan sangat baik.

"Dari fosil-fosil ini, sangat jelas bahwa mereka merupakan hewan peluncur, karena kulitnya yang terkarbonisasi," kata rekan penulis studi David Grossnickle, kandidat Ph.D. di University of Chicago.

(Baca juga: Dinosaurus Terbesar Ditemukan, Bobotnya Setara Tumpukan 12 Gajah)

Diberi nama Maiopatagium furculiferum dan Vilevolodon diplomyos, dua spesies baru ini menawarkan petunjuk bagaimana beberapa mamalia berevolusi untuk bisa meluncur di udara.

"Meluncur merupakan salah satu adaptasi alat gerak paling imut dan paling mencolok," kata rekan penulis Xhe-Xi Luo, ahli paleontologi di University of Chicago.

Fosil berbulu

Kedua mamalia peluncur ini ditemukan di wilayah Liaoning, China, yang terkenal dengan daya pengawetan menakjubkan. Sedimen danau era Jurasik tersebut telah menghasilkan beberapa fosil terbaik di dunia, termasuk sejumlah besar dinosaurus berbulu dan mamalia awal dengan bulu terkarbonisasi beserta jaringan lunak.

Bahkan, tanpa kulit yang terawetkan secara mencolok, struktur kerangka dua mamalia peluncur ini menunjukkan dengan jelas kemampuan meluncur mereka, tulis tim peneliti dalam sepasang makalah yang diterbitkan dalam jurnal Nature. 

Grossnickle mencatat bahwa proporsi anggota gerak mamalia peluncur cukup berbeda dengan mamalia yang memanjat pohon atau berjalan di tanah. Kedua spesies baru ini, memiliki anggota gerak yang mirip dengan mamalia peluncur modern.

(Baca juga: Ilmuwan Terkejut, Ada Dinosaurus yang Menyerupai Kasuari)

Jin Meng, ahli paleontologi di American Museum of Natural History yang tak terlibat dalam studi. mengatakan bahwa nggota gerak berupa tangan dan kaki pada kedua fosil tersebut cukup menonjol.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.