Kompas.com - 13/08/2017, 19:02 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi
|
EditorYunanto Wiji Utomo

KOMPAS.comMedia sosial dengan beragam informasi yang tersebar ternyata justru memicu kecemasan. Itu diperoleh dari hasil studi yang dilakukan oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa (PDSKJI) dalam masa Pilkada DKI jakarta 207.

Survei PDSKJI dilakukan dengan pendekatan mirip studi American Psychological Association (APA) saat pemilihan presiden Amerika 2016 lalu. Dalam survei itu, tim dokter bekerjasama dengan Selasar.com.

Dari 700 data pengguna yang digunakan untuk obyek survei, ada 107 partisipan dengan 85 diantaranya milenial (berumur 19 - 27 tahun). Sementara, diantara sejumlah obyek itu, 32 adalah warga Jakarta.

Instrumen survei menggunakan Tylor Manifest Anxiety Scale (TMAS) dengan 50 pertanyaan tertutup untuk mengukur tingkat kecemasan partisipan.

“Yang menunjukkan kecemasan lebih tinggi adalah orang DKI dibandingkan non-DKI. 62,5 persen dibandikan 37,5 persen,” kata Ketua PDSKJI Jakarta dr Nova Riyanti Yusuf, SpKJ di @america, Jakarta Selatan, Sabtu (12/8/2017).

Baca Juga: Media Sosial Justru Menambah Kesepian

Nova mengatakan, sebelum putaran pertama, kecemasan partisipan terhadap kedua pasangan calon gubernur berkisar 50 persen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menariknya, kecemasan paling tinggi, sebesar 60,4 persen ditunjukkan oleh partisipan yang tidak memilih (golput). Keadaan serupa juga terjadi menjelang putaran kedua.

Meski demikian, kecemasan tidak dialami oleh empat partisipan yang berasal dari partai politik. Hanya masyarakat awam yang cemas dalam pemilihan pemimpin Jakarta hingga 2022.

Internet membuat masyarakat relatif bisa mengakses informasi dari berbagai sumber. Arus informasi pun menjadi lebih deras. Di sisi lain, pada Pilkada 2017 hal itu menambah kadar kecemasan.

Partisipan yang aktif mencari informasi di media sosial dan yang tidak aktif, mengalami kemasan yang tak jauh berbeda, 57,4 persen dan 56,4 persen.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Banyak Lansia di Indonesia, IMERI FKUI Luncurkan Modul Healthy Aging

Banyak Lansia di Indonesia, IMERI FKUI Luncurkan Modul Healthy Aging

Oh Begitu
Epidemiolog: Indonesia Bisa Jadi Negara Terakhir yang Keluar dari Krisis Covid-19

Epidemiolog: Indonesia Bisa Jadi Negara Terakhir yang Keluar dari Krisis Covid-19

Kita
POPULER SAINS: Penularan Covid-19 Lewat Jenazah Belum Terbukti | Mengubah Persepsi Orang yang Tak Percaya Corona

POPULER SAINS: Penularan Covid-19 Lewat Jenazah Belum Terbukti | Mengubah Persepsi Orang yang Tak Percaya Corona

Oh Begitu
Cara Mengobati Sariawan pada Anak

Cara Mengobati Sariawan pada Anak

Oh Begitu
Apa Itu Kasus Probable Covid-19? Sering Tak Tercatat Dalam Data Kematian

Apa Itu Kasus Probable Covid-19? Sering Tak Tercatat Dalam Data Kematian

Oh Begitu
Kerusakan Hutan Mangrove Indonesia Tertinggi di Dunia, Ini 3 Aspek Penting Rehabilitasi

Kerusakan Hutan Mangrove Indonesia Tertinggi di Dunia, Ini 3 Aspek Penting Rehabilitasi

Oh Begitu
Kapal Zaman Mesir Kuno Ditemukan di Laut Mediterania

Kapal Zaman Mesir Kuno Ditemukan di Laut Mediterania

Fenomena
Anak-anak Butuh 7 Gelas Air Per Hari, Ini Dampaknya Jika Kekurangan

Anak-anak Butuh 7 Gelas Air Per Hari, Ini Dampaknya Jika Kekurangan

Oh Begitu
Jangan Lewatkan, Malam Ini Puncak Hujan Meteor Delta Aquarid dan Capricornid

Jangan Lewatkan, Malam Ini Puncak Hujan Meteor Delta Aquarid dan Capricornid

Fenomena
Varian Delta Plus Telah Masuk Indonesia, Ini Risikonya Menurut Ahli

Varian Delta Plus Telah Masuk Indonesia, Ini Risikonya Menurut Ahli

Oh Begitu
Letusan Gunung Berapi Super, Perlu Banyak Penelitian untuk Memprediksi

Letusan Gunung Berapi Super, Perlu Banyak Penelitian untuk Memprediksi

Oh Begitu
Pemanasan Global Diprediksi Sebabkan Gelombang Panas yang Intens di Asia Tenggara

Pemanasan Global Diprediksi Sebabkan Gelombang Panas yang Intens di Asia Tenggara

Fenomena
Banyak Hoaks Berkedok Sains Selama Pandemi, Pola Pikir Kritis Bisa Mencegahnya

Banyak Hoaks Berkedok Sains Selama Pandemi, Pola Pikir Kritis Bisa Mencegahnya

Kita
Infeksi pada Mata Disebut Komplikasi Covid-19 Tak Biasa di Brasil

Infeksi pada Mata Disebut Komplikasi Covid-19 Tak Biasa di Brasil

Fenomena
WHO: Anak Muda Mulai Kecanduan Tembakau karena Rokok Elektrik

WHO: Anak Muda Mulai Kecanduan Tembakau karena Rokok Elektrik

Kita
komentar di artikel lainnya
Close Ads X