Disentil Wapres soal Garam, BPPT Beri Tanggapan

Kompas.com - 10/08/2017, 16:06 WIB
Petani memasukkan garam yang baru dipanen ke dalam karung di lahan garam Desa Santing, Losarang, Indramayu, Jawa Barat, Kamis (3/8). ANTARA FOTO/Dedhez Anggara/17. ANTARA FOTO/DEDHEZ ANGGARAPetani memasukkan garam yang baru dipanen ke dalam karung di lahan garam Desa Santing, Losarang, Indramayu, Jawa Barat, Kamis (3/8). ANTARA FOTO/Dedhez Anggara/17.
|
EditorYunanto Wiji Utomo

MAKASSAR, KOMPAS.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla menyentil peran serta kalangan akademisi dan ilmuwan dalam pemenuhan kebutuhan dasar.

Sentilan diungkapkan dalam konteks polemik impor garam dan ketidakmampuan Indonesia memenuhi kebutuhan dalam negeri.

"Apa gunanya kita punya banyak universitas dan lembaga penelitian," kata Kalla dalam pembukaan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional, Kamis (10/8/2017).

"Ayolah para insinyur bangkit demi menyelamatkan bangsa," imbuhnya pada acara yang diadakan di Makassar tersebut.

Kalla mengungkapkan, lembaga seperti Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) seharusnya bisa membantu bangsa mandiri garam.

Baca Juga: Bu Susi Sudah Membakar, Saatnya Kita Membangun

Menanggapi sentilan itu, Kepala BPPT Unggul Priyanto mengatakan, BPPT sebenarnya sudah mengembangkan teknologi produksi garam sejak tahun 2009.

Ia mengatakan, dengan teknologi BPPT, air laut dialirkan ke reservoir dan diproses lebih baik sehingga bisa menghasilkan garam dalam waktu 4 hari.

Selama ini, petambak garam memproduksi dengan cara tradional, memasukkan air laut di lahan kecil, menunggu dua minggu untuk mendapatkan garam.

Cara tersebut selain menghasilkan garam dengan kualitas rendah juga rentan terganggu pasang surut dan hujan.

Namun begitu, Unggul mengatakan bahwa ketidakmampuan Indonesia memenuhi kebutuhan garam bukan soal keterbatasan teknologi semata.

Untuk bisa memenuhi kebutuhan garam nasional, Unggul mengutarakan perlunya revitalisasi dalam produksi dan distribusi.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X