Kompas.com - 06/08/2017, 11:06 WIB
Surat lamaran Jack Davis untuk NASA Jack Davis/NASASurat lamaran Jack Davis untuk NASA
|
EditorShierine Wangsa Wibawa

KOMPAS.com -- Pada bulan Juli lalu, Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mengumumkan bahwa mereka sedang mencari Staf Pelindung Planet.

Dengan tawaran gaji yang sangat menggiurkan, antara Rp 1,7 – 2,5 miliar per tahun, tidak heran bila lowongan tersebut menarik minat banyak orang.

Salah satunya adalah Jack Davis, seorang anak berusia sembilan tahun yang sedang duduk di kelas empat sekolah dasar.

“Aku mungkin baru berusia sembilan tahun, tetapi aku rasa aku cocok untuk pekerjaan ini,” tulis anak tersebut dengan percaya diri.

(Baca juga: NASA Cari Staf Pelindung Bumi dari Alien, Inilah Tawaran Gajinya)

Dia melanjutkan, aku telah menonton semua film luar angkasa dan alien yang bisa kulihat. Aku pintar bermain video game. Aku juga masih muda, jadi aku bisa belajar untuk berpikir seperti alien.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada akhir surat, Davis juga membubuhkan tanda tangannya yang berbunyi, “Jack Davis, Penjaga Galaksi, Kelas Empat”

Ternyata, surat Davis berhasil menarik perhatian NASA dan Dr James L Green, ketua divisi sains planet, membalas suratnya secara pribadi.

Dr Green menulis, posisi staf pelindung planet adalah pekerjaan yang sangat keren dan penting. Kami selalu mencari ilmuwan dan insinyur masa depan yang akan membantu kami. Oleh karena itu, aku berharap kamu akan terus belajar dengan baik di sekolah.

“Kami berharap bisa melihatmu di NASA suatu hari nanti,” tulisnya lagi.

(Baca juga: Mau Bantu NASA?)

Davis memang masih terlalu muda untuk lowongan tersebut. Dalam pengumumannya, NASA berkata bahwa kandidat yang mereka cari adalah yang lulus S-1 dari jurusan fisika, matematika, dan teknik dengan minimal 24 SKS di mekanika, dinamika, elektronika, dan beberapa bidang yang masuk fisika murni.

Staf pelindung bumi juga akan berkewajiban untuk menghindarkan astronot dan robot dari ancaman kontaminasi material organik dan biologi selama perjalanan luar angkasa. Selain itu, mereka juga dituntut untuk menyusun kebijakan, perlindungan, dan mengawasi jalannya misi antariksa NASA.

Walaupun demikian, Dr Green berkata bahwa NASA merasa senang bisa menginspirasi generasi penjelajah berikutnya.

“Anggap saja ini sebagai bantuan gravitasi – sebuah dorongan yang secara positif bisa mengubah jalan hidup seseorang dalam kehidupan, dan jejak kita di alam semesta,” ujarnya kepada ABC News 5 Agustus 2017.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber ABC News

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Orbit Bumi Berfluktuasi yang Pengaruhi Evolusi, Ilmuwan Temukan Buktinya

Orbit Bumi Berfluktuasi yang Pengaruhi Evolusi, Ilmuwan Temukan Buktinya

Fenomena
[POPULER SAINS] WHO: Dunia Ciptakan Ladang Subur bagi Varian Baru Berkembang | Robot Pertama yang Bisa Bereproduksi

[POPULER SAINS] WHO: Dunia Ciptakan Ladang Subur bagi Varian Baru Berkembang | Robot Pertama yang Bisa Bereproduksi

Oh Begitu
5 Bintang Paling Terang yang Menghiasi Langit Malam

5 Bintang Paling Terang yang Menghiasi Langit Malam

Oh Begitu
Dahsyatnya Letusan Gunung Vesuvius Setara Bom Atom Hiroshima, Ini Kata Arkeolog

Dahsyatnya Letusan Gunung Vesuvius Setara Bom Atom Hiroshima, Ini Kata Arkeolog

Fenomena
4 Tahapan Siklus Menstruasi

4 Tahapan Siklus Menstruasi

Kita
Unik, Peneliti Temukan Fosil Dinosaurus Ekor Lapis Baja di Chili

Unik, Peneliti Temukan Fosil Dinosaurus Ekor Lapis Baja di Chili

Fenomena
Ukuran Gigi Taring Manusia Menyusut Seiring Waktu, Kok Bisa?

Ukuran Gigi Taring Manusia Menyusut Seiring Waktu, Kok Bisa?

Oh Begitu
Terkubur 1.700 Tahun, Vila Romawi Ditemukan di Lahan Pertanian Inggris

Terkubur 1.700 Tahun, Vila Romawi Ditemukan di Lahan Pertanian Inggris

Oh Begitu
Fakta-fakta Kelinci Laut, Siput Tanpa Cangkang yang Mirip Kelinci

Fakta-fakta Kelinci Laut, Siput Tanpa Cangkang yang Mirip Kelinci

Oh Begitu
Perbandingan Varian Omicron dengan Varian Delta, Ahli: Belum Tentu Lebih Berbahaya

Perbandingan Varian Omicron dengan Varian Delta, Ahli: Belum Tentu Lebih Berbahaya

Oh Begitu
Cara Melihat Komet Leonard Sepanjang Desember 2021 Ini

Cara Melihat Komet Leonard Sepanjang Desember 2021 Ini

Fenomena
Misteri Varian Omicron Butuh Waktu Berminggu-minggu untuk Dipecahkan

Misteri Varian Omicron Butuh Waktu Berminggu-minggu untuk Dipecahkan

Oh Begitu
Menurut Sains, Ini 5 Alasan Tidur yang Cukup Penting untuk Diet

Menurut Sains, Ini 5 Alasan Tidur yang Cukup Penting untuk Diet

Oh Begitu
Arti Kata Omicron, Alfabet Yunani yang Jadi Nama Varian Baru Covid-19

Arti Kata Omicron, Alfabet Yunani yang Jadi Nama Varian Baru Covid-19

Oh Begitu
Update Siklon Tropis Nyatoh, Akan Bergerak ke Utara dan Masih Berdampak ke Indonesia

Update Siklon Tropis Nyatoh, Akan Bergerak ke Utara dan Masih Berdampak ke Indonesia

Fenomena
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.