Kompas.com - 04/08/2017, 20:07 WIB
|
EditorShierine Wangsa Wibawa

KOMPAS.com -- Setelah kecolongan bulan lalu, Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) tampaknya benar-benar akan memperkuat sistem pertahanan luar angkasanya. Sistem tersebut rencananya akan diuji bulan Oktober ini ketika asteroid 2012 TC4 mendekat ke bumi.

Hingga saat ini para peneliti belum mengetahui dengan pasti ukuran dan seberapa dekat 2012 TC4 akan bergerak menuju bumi. Mereka berkata bahwa diameter asteroid tersebut bisa saja hanya 10 meter. Lalu, menurut perhitungan, 2012 TC4 tidak akan lebih dekat dari jarak 6.800 kilometer ke bumi.

Namun, karena asteroid itu hanya dideteksi selama beberapa hari pada tahun 2012, bisa jadi perkiraan para peneliti meleset dan 2012 TC4 hanya mendekat sampai 273.000 kilometer dari bumi.

(Baca juga: Tanpa Anda Sadari, Asteroid Seukuran Pesawat Nyaris Menabrak Bumi)

Ketidakpastian ini justru membuat NASA semakin bersemangat untuk menguji responsnya terhadap asteroid yang berpotensi menyerang bumi. Pasalnya, walaupun NASA dan agensi antariksa lainnya telah bekerjasama untuk mengkoordinasi dan mendeteksi potensi serangan terhadap bumi, respons terhadap serangan belum pernah diujicoba sebelumnya,

“Ini adalah target yang sempurna untuk latihan. Sebab, meskipun kita tahun dengan pasti bahwa orbit 2012 TC4 tidak akan mengganggu bumi, kita belum bisa memetakan rutenya dengan pasti,” ujar Paul Chodas, manajer untuk Center for Near-Earth Object Studies milik NASA, kepada Independent 2 Agustus 2017.

Dia melanjutkan, ini akan menjadi tanggung jawab observatorium untuk memetakannya ketika asteroid itu mendekat, dan (mereka harus) bekerjasama untuk melakukan observasi lanjutan.

Vishnu Reddy yang memimpin kampanye pendeteksian 2012 TC4 di Lunar and Planetary Laboratory milik Universitas Arizona menambahkan, ini adalah usaha tim yang melibatkan lebih dari 12 observatorium, universitas, dan laboratorium di seluruh dunia untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan kemampuan observasi objek di sekitar bumi.

“Percobaan ini akan menguji sistem pertahanan secara keseluruhan, mulai dari observasi awal dan lanjutan, penentuan orbit yang presisi, dan komunikasi internasional,” katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Misteri Pemicu Zaman Es Akhirnya Terpecahkan, Apa Penyebabnya?

Misteri Pemicu Zaman Es Akhirnya Terpecahkan, Apa Penyebabnya?

Fenomena
Mengapa Manusia Tak Bisa Minum Air Asin?

Mengapa Manusia Tak Bisa Minum Air Asin?

Oh Begitu
Hilal Idul Adha 2022 Kecil Kemungkinan Bisa Teramati, Ini Penjelasan BMKG

Hilal Idul Adha 2022 Kecil Kemungkinan Bisa Teramati, Ini Penjelasan BMKG

Fenomena
Gas Klorin Meledak di Pelabuhan Aqaba, Apa Itu?

Gas Klorin Meledak di Pelabuhan Aqaba, Apa Itu?

Fenomena
Waspada Gejala Cacar Monyet, Apa Saja yang Harus Diperhatikan dari Hari ke Hari?

Waspada Gejala Cacar Monyet, Apa Saja yang Harus Diperhatikan dari Hari ke Hari?

Oh Begitu
Viral Video Ikan Duyung di Pantai Ambon, Hewan Apa Itu?

Viral Video Ikan Duyung di Pantai Ambon, Hewan Apa Itu?

Oh Begitu
Virus Polio Ditemukan pada Limbah Kotoran Manusia, Kok Bisa?

Virus Polio Ditemukan pada Limbah Kotoran Manusia, Kok Bisa?

Fenomena
Cacar Monyet: Informasi Lengkap yang Harus Anda Ketahui

Cacar Monyet: Informasi Lengkap yang Harus Anda Ketahui

Oh Begitu
Cegah Heat Stroke Selama Musim Haji 2022, Rompi Penurun Suhu Disiapkan untuk Jemaah

Cegah Heat Stroke Selama Musim Haji 2022, Rompi Penurun Suhu Disiapkan untuk Jemaah

Oh Begitu
Diterapkan di 3 Kabupaten, Pendekatan Klaster Bisa Jadi Solusi Karhutla

Diterapkan di 3 Kabupaten, Pendekatan Klaster Bisa Jadi Solusi Karhutla

Fenomena
2 Kandidat Vaksin Pfizer-BioNTech Diklaim Tingkatkan Respons Kekebalan terhadap Varian Omicron

2 Kandidat Vaksin Pfizer-BioNTech Diklaim Tingkatkan Respons Kekebalan terhadap Varian Omicron

Oh Begitu
Fenomena Langka Bulan Baru Stroberi Mikro pada 29 Juni, Catat Waktunya

Fenomena Langka Bulan Baru Stroberi Mikro pada 29 Juni, Catat Waktunya

Fenomena
Indonesia Rentan Alami Karhutla, Pendekatan Klaster Dinilai Bisa Jadi Upaya Pencegahan

Indonesia Rentan Alami Karhutla, Pendekatan Klaster Dinilai Bisa Jadi Upaya Pencegahan

Oh Begitu
Marshanda Sempat Dikabarkan Hilang karena Manik Bipolar, Apa Itu?

Marshanda Sempat Dikabarkan Hilang karena Manik Bipolar, Apa Itu?

Oh Begitu
Pertambangan Batu Bara Disebut Hambat Indonesia Capai Target Perlindungan Keanekaragaman Hayati

Pertambangan Batu Bara Disebut Hambat Indonesia Capai Target Perlindungan Keanekaragaman Hayati

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.