Seberapa Kotorkah Uang di Dalam Dompet Anda? Sains Mengungkapnya

Kompas.com - 02/08/2017, 19:06 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorShierine Wangsa Wibawa

KOMPAS.com -- Orang tua sering berkata bahwa uang adalah benda paling kotor di dunia. Terlepas dari harfiah atau tidaknya kata “kotor”, tampaknya ungkapan ini ada benarnya.

Sekelompok peneliti yang dipimpin oleh pakar biologi Jane Carlton di New York University pernah mencoba mengidentifikasikan jenis-jenis bakteri yang dapat ditemukan pada uang dollar AS yang digunakan di New York.

Dipublikasikan dalam jurnal PLOS One pada bulan April lalu, ternyata jumlah bakteri yang ditemukan oleh para peneliti mencapai 100 strain dengan mudah. Bakteri-bakteri ini termasuk Propionibacterium acnes yang menyebabkan jerawat dan Streptococcus oralis yang biasa ditemukan di dalam mulut.

Mereka juga menemukan berbagai macam DNA yang berasal dari hewan peliharaan hingga makanan.

(Baca juga: Alasan Anda Harus Pikir Ulang Sebelum Meniup Lilin Ulang Tahun)

Hal ini tidak mengherankan. Pasalnya, bakteri pada uang tidak hanya disebarkan dari orang ke orang, tetapi juga dari kaleng tip hingga mesin penarik uang otomatis. Setiap lembar uang bahkan membawa sepotong lingkungannya setiap kali berpindah tangan.

Walaupun mayoritas bakteri yang ditemukan oleh Carlton dan kolega tidak berbahaya bagi kesehatan manusia, tetapi beberapa bakteri yang menyebar melalui makanan dan menyebabkan sakit perut seperti salmonella dan sebuah strain patogen E coli sudah terbukti mampu bertahan hidup pada koin dan bersembunyi di ATM.

Selain itu, Staphylococcus aureus yang kebal terhadap methicillin dan menyebabkan infeksi kulit juga ditemukan secara meluas pada uang kertas di AS dan Kanada.

Dikutip dari artikel mereka untuk The Conversation, Johanna Ohm, sarjana S2 di bidang biologi, dan Andrew Read, Profesor Biologi dan Entomologi, dari Pennsylvania State University menulis bahwa bahan uang juga berpengaruh pada pertumbuhan bakteri.

Seperti uang rupiah, uang dollar AS yang terbuat dari kapas menunjukkan pertumbuhan bakteri yang jauh lebih tinggi daripada uang berbahan polimer plastik.

(Baca juga: Apa Saja Bahan Baku Pembuatan Uang Rupiah?)

Untungnya, mayoritas paparan bakteri dari uang dan ATM tidak membuat kita sakit. Transmisi penyakit melalui uang juga jarang ditemukan.

Akan tetapi, para peneliti seperti Ohm dan Read tetap ingin mengingatkan Anda untuk mengikuti nasihat orangtua setiap kali memegang uang. “Cuci tangan Anda setelahnya dan jangan memasukkannya ke dalam mulut,” tulis mereka.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X