Sebuah Sinyal Beri Petunjuk soal Bulan Alien Pertama di Alam Semesta

Kompas.com - 31/07/2017, 21:28 WIB
Di mana ada planet alien, di situ diyakini ada bulan alien. Science Photo LibraryDi mana ada planet alien, di situ diyakini ada bulan alien.
|
EditorYunanto Wiji Utomo

KOMPAS.com - Peneliti yang terlibat dalam proyek pengamatan dengan Kepler Space Telescope milik Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mendeteksi sebuah sinyal misterius.

David Kipling, asisten profesor dari Columbia University yang terlibat riset, memprediksi bahwa sinyal itu adalah tanda keberadaan bulan alien pertama di alam semesta.

Bulan alien di sini bukan bulan yang dihuni alien melainkan benda langit yang mengelilingi sebuah planet di luar tata surya.

Sampai kini, bulan alien masih menjadi misteri. Lebih dari 3.000 planet alien ditemukan tetapi satelit yang berada di sekitarnya belum terungkap sama sekali.

Kipling mengatakan, sinyal yang tertangkap lewat data Kepler kemungkinan besar menunjukkan adanya bulan tetapi masih perlu dipastikan.

"Sejauh ini, kami yakin ini konsisten dengan bulan, tetapi siapa tahu merupakan obyek lain," katanya seperti dikutip BBC, Kamis (27/7/2017).

Baca Juga: Tuhan Ada di Luar Ruang dan Waktu

Lewat Kepler, ilmuwan menemukan planet alien dengan mengamati kedipan cahaya bintang saat sebuah obyek melintas di mukanya. cara itu dikenal dengan metode transit.

Pencarian bulan alien sendiri dilakukan dengan mengamati kedipan lebih kecil sesaat setelah sebuah obyek yang diyakini planet melintas.

Dalam penelitian ini, Kipling serta rekannya telah mendeteksi kedipan dalam tiga kali kejadian transit. Sebenarnya, itu masih kurang.

Alex Teachey, rekan Kipling di Columbia University yang tak terlibat riset mengatakan, untuk benar-benar yakin suatu obyek adalah bulan, maka level kepercayaannya harus 4.

Level ini menandakan sebuah obyek benar-benar ada di alam semesta. Level ini setara dengan ketika kita bermain tos koin uang dan mendapatkan "kepala" 15 kali berturut-turut.

Baca Juga: Mungkinkah Lubang Hitam Membawa Kita ke Alam Semesta Lain

Walaupun begitu, Kipling tetap bungah dengan hasil risetnya. Standar kepercayaan memang harus tinggi tetapi dia juga mengatakan, pada akhirnya semua cuma statistik.

"Sebelum akhirnya bisa dikonfirmasi lewat data Hubble, kemungkinannya masih 50:50 menurut saya," katanya menegaskan.

Kandidat bulan yang ditemukan kini dinamai Kepler-1625b I. Obyek itu diyakini berada pada jarak 4.000 tahun cahaya dari Bumi.

Menurut Kipling, kemungkinan besar bulan itu mengorbit planet setara neptunus. Hasil riset sementara ini belum dipublikasikan resmi tetapi telah diunggah ke arXiv.




Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kebanyakan Dipanen, Viagra Himalaya Terancam Punah

Kebanyakan Dipanen, Viagra Himalaya Terancam Punah

Oh Begitu
3 Misi ke Mars di Bulan Juli, Apa yang akan Dilakukan NASA, China dan Uni Emirat Arab?

3 Misi ke Mars di Bulan Juli, Apa yang akan Dilakukan NASA, China dan Uni Emirat Arab?

Fenomena
Antibodi terhadap Covid-19 Menurun, Studi Inggris Ungkap Potensi Infeksi Ulang

Antibodi terhadap Covid-19 Menurun, Studi Inggris Ungkap Potensi Infeksi Ulang

Fenomena
Uni Emirat Arab Semangat Luncurkan Misi Hope ke Mars, Apa Tujuannya?

Uni Emirat Arab Semangat Luncurkan Misi Hope ke Mars, Apa Tujuannya?

Oh Begitu
Cuaca Buruk, Peluncuran Misi Hope Milik Uni Emirat Arab ke Mars Ditunda

Cuaca Buruk, Peluncuran Misi Hope Milik Uni Emirat Arab ke Mars Ditunda

Fenomena
Vaksin Virus Corona, Sudah Sampai Mana Tahap Pengujiannya?

Vaksin Virus Corona, Sudah Sampai Mana Tahap Pengujiannya?

Oh Begitu
Covid-19: Kenapa Laki-laki Lebih Jarang Pakai Masker Dibanding Perempuan? Ini Penjelasannya

Covid-19: Kenapa Laki-laki Lebih Jarang Pakai Masker Dibanding Perempuan? Ini Penjelasannya

Fenomena
Fenomena Langka Komet Neowise Juli 2020, Wilayah Mana Saja Bisa Melihatnya?

Fenomena Langka Komet Neowise Juli 2020, Wilayah Mana Saja Bisa Melihatnya?

Fenomena
BMKG: Wilayah Ini Berpotensi Alami Peningkatan Kekeringan Lapisan Tanah

BMKG: Wilayah Ini Berpotensi Alami Peningkatan Kekeringan Lapisan Tanah

Fenomena
Istilah PDP, ODP, dan OTG Covid-19 Diubah, Ini Beda dengan Sebelumnya

Istilah PDP, ODP, dan OTG Covid-19 Diubah, Ini Beda dengan Sebelumnya

Oh Begitu
Spartan Inovasi Baru Antisipasi Karhutla Indonesia dari BMKG, Apa Kelebihannya?

Spartan Inovasi Baru Antisipasi Karhutla Indonesia dari BMKG, Apa Kelebihannya?

Fenomena
CDC Memperkirakan, 40 Persen Pasien Covid-19 Tidak Menunjukkan Gejala

CDC Memperkirakan, 40 Persen Pasien Covid-19 Tidak Menunjukkan Gejala

Kita
Satwa Liar Terkait Pandemi Covid-19, Begini Hasil Survei Persepsi Masyarakat

Satwa Liar Terkait Pandemi Covid-19, Begini Hasil Survei Persepsi Masyarakat

Fenomena
Gempa Hari Ini: M 5,1 Guncang Laut Banten, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Hari Ini: M 5,1 Guncang Laut Banten, Tak Berpotensi Tsunami

Fenomena
Hasil Otopsi Temukan Gumpalan Darah di Hampir Seluruh Organ Pasien Covid-19

Hasil Otopsi Temukan Gumpalan Darah di Hampir Seluruh Organ Pasien Covid-19

Kita
komentar di artikel lainnya
Close Ads X