Menghilang 75 Tahun, Pasangan Ini Ditemukan Sudah Jadi Mumi

Kompas.com - 26/07/2017, 13:54 WIB
Mumi pasangan suami istri Marcelin dan Francine Dumoulin yang ditemukan telah menjadi mumi di pegunungan Alpen, Swiss. AFPMumi pasangan suami istri Marcelin dan Francine Dumoulin yang ditemukan telah menjadi mumi di pegunungan Alpen, Swiss.
|
EditorYunanto Wiji Utomo

KOMPAS.com - Saat sedang melakukan inspeksi rutin, seorang teknisi lift ski sebuah resor petualangan Swiss Glacier 3000 menemukan batu hitam di dekat gletser Tsanfleuron di barat Bernese Alps.

Di luar dugaan, batu itu bukan batu biasa. Pemeriksaan mengungkap, batu tersebut adalah sepasang tubuh manusia yang telah berubah menjadi mumi.

Tes DNA mengungkap, batu itu merupakan mumi pasangan suami istri Marcelin dan Francine Dumoulin. Mereka menghilang usai meninggalkan rumah untuk memberi pakan ternak pada pagi hari tanggal 15 Agustus 1942.

Sebab kematian keduanya belum diketahui. Namun, mungkin saja mereka jatuh dan tertutup badai salju hingga kemudian mati. Yang jelas, tubuh keduanya terawetkan dengan baik.

Dan Fisher, profesor ilmu bumi dan lingkungan Universitas Michigan mengatakan, lingkungan yang bersuhu rendah berpadu dengan kelembaban udara yang rendah membantu pengawetan jasad.

"Dalam kondisi beku dan dikelilingi udara dengan kelembaban rendah, kristal es dalam jaringan bisa menyublim," kata Fisher seperti dikutip Livescience, Jumat (21/7/2017).

Penyubliman - perubahan kristal es yang padat menjadi uap air - membuat jaringan kering. Itu menghambat kerja bakteri, jamur, serta proses pembusukan secara kimiawi yang biasanya terjadi dalam kondisi lembab.

Fisher menambahkan, kondisi gletser Tsanfleuron yang relatif stabil juga membantu perubahan jasad jadi mumi.

Gletser dan dinamika lingkungannya memungkinkan peneliti melihat masa lalu. Pada tahun 2003, di gletser Schnidejoch yang berlokasi 32 kilometer dari Tsanfleuron ditemuan koin, kulit, busur, dan anak panah dari abad pertengahan.

Martin Callanan, profesor arkeologi di Universitas Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Norwegia, ragam temuan itu bisa jadi tanda buruk.

Callanan sendiri menghubungkan penemuan ini sebagai bagian dari pemanasan global. Suhu global sepanjang tahun 2014, 2015, dan 2016 memacahkan rekor sebagai tahun terpanas. Es di gletser mencair, menyingkap obyek yang semula tertutupi.

Bagaimanapun, temuan ini melegakan Marceline Udry-Dumoulin, putri pasangan suami istri yang jasadnya ditemukan. Ia merupakan satu dari tujuh anak pasangan Dumoulin.

Udry baru berusia 4 tahun saat orangtuanya hilang. Para penyelamat lokal sempat mencari selama 2 bulan lamanya di jurang namun tidak menemukan apa-apa.

"Saya mendaki gletser tiga kali dan selalu mencari mereka. Saya terus bertanya-tanya apakah mereka menderita dan apa yang terjadi dengan mereka. Sekarang saya memiliki jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini." kata Udry.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X