Foto Ini Simpan Petunjuk Penting soal Bencana Nuklir Besar Abad 21

Kompas.com - 24/07/2017, 20:48 WIB
Pemandangan dalam reruntuhan reaktor nuklir 3 Fukushima. TEPCOPemandangan dalam reruntuhan reaktor nuklir 3 Fukushima.
EditorYunanto Wiji Utomo

KOMPAS.com - Gempa bumi diikuti tsunami yang menghantam Jepang pada 11 Maret 2011 silam mengakibatkan hancurnya tiga reaktor nuklir di Fukushima Daichi dan pelepasan bahan radioaktif ke lingkkungan sekitarnya. Meski tak ada kematian terkait radiasi yang dilaporkan, peristiwa tersebut memaksa penduduk yang menghuni 100.000 rumah harus dievakuasi dari sekitar lokasi bencana.

Enam tahun setelah peristiwa naas tersebut, pemukiman di wilayah itu masih kosong. Tokyo Electric Power Company (TEPCO), pemilik pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima, terus berupaya membersihkan sisa-sisa bahan bakar nuklir dan puing-puing di lokasi kejadian. Mereka menggunakan robot kendali jarak jauh yang dilengkapi kamera untuk menjelajahi situs pembangkit nuklir.

Upaya pembersihan tersebut bukan perkara mudah. Berkali-kali mereka mengalami kegagalan karena robot-robot tersebut berhenti berfungsi akibat paparan radiasi radioaktif yang terlalu kuat. Kawasan tersebut dengan cepat berubah menjadi kuburan robot.

Baca Juga: Kenapa Reaktor Nuklir Fukushima Meledak?

Selama ini, robot-robot yang ditugaskan belum dapat menangkap gambar yang menampilkan pemandangan di dalam pusat lokasi salah satu bencana nuklir terparah di dunia itu. Robot yang dikirim ke reakor unit 2 pada Januari lalu hanya berhasil mendapatkan pembacaan suhu dan tingkat radiasi.

Kini, robot terbaru yang dikirim untuk menjelajah di bawah reruntuhan pembangkit nuklir Fukushima unit 3 berhasil menampilkan pemandangan dari dalam situs bencana untuk pertama kalinya. Robot itu menemukan lelehan bahan bakar yang mungkin bisa menjadi petunjuk untuk menemukan lokasi inti reaktor.

Keberhasilan robot ini sangat berarti dalam upaya pembersihan. Pasalnya, mengetahui lokasi tepat, bentuk fisik, kimia, dan radiologi dari lelehan inti reaktor sangat penting untuk mengembangkan rencana teknik yang diperlukan guna membersihkan material radioaktif secara aman.

Baca Juga: Belajar dari PLTN Fukushima

Setelah semua lokasi bahan bakar berhasil ditemukan, upaya pembersihan dan dekontaminasi aktif wilayah tersebut dijadwalkan akan dimulai setelah Olimpiade Tokyo tahun 2020 mendatang. Proses pembersihan itu sendiri diperkirakan akan memakan waktu hingga 40 tahun.



Sumber
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X