Kompas.com - 21/07/2017, 22:19 WIB
|
EditorShierine Wangsa Wibawa

KOMPAS.com -- Pulau Paskah atau Rapa Nui merupakan salah satu pulau misterius yang hingga kini masih menyimpan teka-teki yang belum terpecahkan.

Siapa yang tak terheran-heran melihat pulau yang terletak di tenggara Samudra Pasifik ini. Bukan hanya karena di penjuru pulau tersebut terdapat patung-patung kepala batu dengan berat mencapai 14 ton, tetapi juga karena sebagian besar pulau tersebut ternyata hanya berupa daratan tandus tanpa pepohonan.

Berdasarkan cerita penduduk, konon peradaban kuno yang tinggal di sanalah yang menghancurkan pulau mereka sendiri.

Mereka menghabiskan sumber daya mereka terlalu cepat selama beberapa abad untuk mendukung kehidupan penduduknya. Pohon-pohon ditebang terlalu cepat untuk membersihkan lahan pertanian dan hanya sedikit yang disisakan untuk membuat kanoe bagi nelayan. Erosi tanah juga mengakibatkan pertanian di darat menjadi rusak.

(Baca juga: Hilang 130 Tahun, Mungkinkah Keajaiban Dunia ke-8 Ini Sudah Ditemukan?)

Sementara itu, hipotesis lain mengatakan bahwa tikus yang dibawa oleh pendatang dari Eropa pada tahun 1722 inilah yang bertanggung jawab atas hilangnya pohon-pohon di Rapa Nui. Orang-orang Rapa Nui pun mulai memakan tikus untuk bertahan hidup.

Namun, cerita tersebut tampaknya tidak terbukti kebenarannya. Sebuah penelitian yang dilakukan tim peneliti internasional sedikit demi sedikit berhasil menguak masa lalu pulau Paskah.

Para peneliti menggunakan analisis isotop karbon dan nitrogen sampel tulang dan tanaman yang berasal dari tahun 1400 Masehi.

Hasilnya tidak seperti perkiraan sebelumnya. Ternyata, penduduk Rapa Nui memiliki makanan yang lebih beragam dan merawat alam mereka lebih baik daripada yang diperkirakan oleh para ahli.

Tim peneliti menyebutkan jika sisa-sisa kerangka dari pulau tersebut menunjukkan bahwa sekitar setengah dari protein dalam makanan orang Rapa Nui kuno justru berasal dari sumber-sumber kelautan, jauh lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya.

Selain itu, penduduk Rapa Nui juga mengonsusmi makanan yang tumbuh dari tanah yang sudah diolah. Jadi, mungkin masyarakat setempat lebih tahu tentang pertanian daripada yang telah kita sangka.

(Baca juga: Arkeolog Temukan Kuil Aztec Kuno Bersama 32 Tulang Leher Manusia)

Halaman:


Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.