Kompas.com - 19/07/2017, 16:06 WIB
Cacing aneh dengan kepala berbentuk martil ini memiliki sebuah lubang di bagian bawah tubuh yang berfungsi sebagai mulut sekaligus anus. Danish HoCacing aneh dengan kepala berbentuk martil ini memiliki sebuah lubang di bagian bawah tubuh yang berfungsi sebagai mulut sekaligus anus.
EditorShierine Wangsa Wibawa

KOMPAS.com -- Seekor hewan aneh dengan kepala unik berbentuk seperti martil ditemukan di pegunungan Malaysia dan berhasil direkam dalam video. Menurut para ahli, kemungkinan hewan tersebut merupakan spesies yang belum teridentifikasi dari genus Bipalium, atau yang lebih dikenal dengan nama cacing kepala martil.

Bukan cuma penampilan tubuhnya yang aneh, fungsi organ cacing kepala martil ini juga terbilang tak lazim. Hewan tersebut memiliki sebuah lubang di bagian bawah tubuh yang berfungsi sebagai mulut sekaligus anus.

"Saat cacing ini hendak makan, lubang multiguna mereka membentangkan faring seperti lembaran berlapis kelenjar yang diletakkan di atas mangsanya, biasanya cacing tanah," kata Peter Ducey, ahli biologi di State University of New York di Cortland.

Lembaran tersebut mengeluarkan enzim yang dapat 'melelehkan' mangsanya, sehingga mereka dapat menyedot daging yang telah lunak. Kepala lebar seperti martil itu kemungkinan besar dilengkapi dengan organ-organ sensor untuk menemukan jejak kimiawi dari mangsa atau pasangan.

(Baca juga: 200 Tahun Jadi Misteri, Makhluk Aneh Ditemukan dan Ketahuan Makan Gas)

Cabang usus mereka tersebar di seluruh tubuh untuk menyebarkan nutrisi, karena cacing tak memiliki sistem peredaran darah. Sehari setelah makan, cacing itu akan mengeluarkan kotoran melalui saluran yang sama untuk makan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Keunikan cacing ini tak berhenti sampai di situ. Karena semua spesies Bipalium merupakan hermafrodit, mereka berkembang biak dengan cara yang lebih fleksibel.

Beberapa spesies bertukar sperma melalui fertilisasi internal dan kemudian bertelur di dalam atau di atas tanah. Di samping itu, banyak pula yang bereproduksi secara aseksual dengan fragmentasi.

"Mereka melepaskan secuil bagian tubuh mereka saat merayap di tanah, dan kemudian potongan tersebut akan menumbuhkan semua bagian tubuh yang diperlukan... dan voila, jadilah seekor cacing baru," jelas Ducey.

Ia menambahkan, beberapa cacing bahkan bisa mengembangkan kedua metode reproduksi tersebut.

Pertanyaan lain yang muncul tentang hewan unik ini adalah: apakah mereka punya mata?

Halaman:


Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.