Kompas.com - 19/07/2017, 14:55 WIB
Seorang polisi di Polsek Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, memegang benda yang jatuh dari udara, Selasa (18/7/2017). PADANGMEDIA.COM/FAJARSeorang polisi di Polsek Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, memegang benda yang jatuh dari udara, Selasa (18/7/2017).
|
EditorYunanto Wiji Utomo

KOMPAS.com - Seorang pembaca bernama Anto memberikan pertanyaan kepada saya terkait kasus jatuhnya sampah antariksa dari roket China, Selasa (18/7/2017) kemarin.

Pertanyaannya cukup menggelitik. "Apa jatuhnya sampah antariksa mirip kendi itu bisa memberikan bukti bahwa bumi itu bulat?"

Baca Juga: "Kendi" Seberat 7,4 Kg Jatuh dari Langit, Ini Penjelasan LAPAN

Saya lantas bertanya kepada Thomas Djamaluddin, profesor riset astrofisika dan Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa nasional (LAPAN).

Berikut jawabannya:

Bumi bulat itu terkait gravitasi. Bumi bulat karena ada gravitasi.

Gravitasi itu konsep sangat penting di alam semesta. Bumi mengitari matahari karena gravitasi. Bulan dan satelit juga mengitari bumi karena gravitasi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sampah antariksa adalah sisa dari proses peluncuran satelit. Sampah itu bisa mengelilingi bumi juga karena gravitasi itu sendiri.

Hukum gravitasi yang kita anut sekarang juga berlaku pada bumi bulat.

Contoh pada sampah antariksa, gravitasi membuat sampah itu mengalami evolusi orbit. Sampah antariksa yang jatuh di Agam kemarin awalnya berada pada ketinggian 22.000 km di titik tertinggi dan 200 km terendah.

Karena hambatan udara, orbit sampah itu akan terus turun. Hingga pada ketinggian 120 km, sampah itu tidak bisa mempertahankan ketinggiannya karena memasuki atmosfer padat.

Jika bumi datar, tidak bulat, maka konsep gravitasi tidak seperti yang kita pahami sekarang.

Baca Juga: "Kendi" Roket China, Kenapa Baru Jatuh 10 Tahun Setelah Peluncurannya?

Bagaimana evolusi orbit sampah antariksa jika bumi itu datar? Sulit dideskripsikan karena hukum-hukumnya juga akan berbeda.

Kita bisa mengetahui lintasan sampah antariksa juga dan kemungkinan lokasi jatuhnya - walaupun masih dalam rentang wilayah yang luas - juga dengan prinsip-prinsip gravitasi dalam bumi bulat.

Jika bumi datar, pusat gravitasinya bagaimana? Bagaimana satelit mengorbit bumi? Jika bumi datar, maka skenario kejadian di Agam akan berbeda dari yang kita ketahui.

Punya pertanyaan lain soal sampah antariksa? Atau, ada hal-hal lain yang membuat Anda penasaran?

Kirimkan pertanyaan Anda ke haloprof17@gmail.com. Saya akan meneruskan pertanyaan Anda ke ilmuwan yang menekuni bidang terkait.

Sertakan akun media sosial sehingga Kompas.com bisa memberi notifikasi ketika mendapatkan jawaban dari rekan ilmuwan.

Mari berpikir ilmiah!

Baca Juga: Begini Isi Ramalan Alexander Gramah Bell yang Terbukti pada 2017




Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.