Bukan Kecanduan, Burung Pipit Ini Kumpulkan Puntung Rokok karena...

Kompas.com - 08/07/2017, 16:07 WIB
Sarang kutilang dengan sejumlah puntung rokok. Mionserrat Suárez-RodríguezSarang kutilang dengan sejumlah puntung rokok.
|
EditorShierine Wangsa Wibawa

KOMPAS.com -- Tinggal di perkotaan membuat beberapa hewan harus pintar-pintar beradaptasi dengan lingkungannya, termasuk burung pipit meksiko ini yang memanfaatkan puntung rokok manusia sebagai pengahalau parasit.

Burung dengan nama latin Carpodacus mexicanus ini punya kebiasaan membawa pulang puntung rokok ke sarang mereka. Kebiasaan ini diyakini oleh para peneliti sebagai cara untuk menjaga mereka dari parasit seperti kutu, meskipun puntung tersebut memiliki efek samping bagi anak burung yag sedang berkembang.

Puntung rokok sendiri merupakan salah satu bentuk sampah yang paling umum ditemui dan tanpa disadari menimbulkan bahaya potensial bagi banyak mahluk hidup.

Tahun 2012 yang lalu tim peneliti dari National Autonomous University of Mexico ingin mengetahui mengapa burung pipit ini tertarik untuk mengambili puntung-puntung rokok.

(Baca juga: Seperti Manusia, Burung Ini Juga Pilih-pilih Teman)

Tim ingin meneliti apakah penggunaan serat selulosa yang ditemukan pada puntung rokok memang bisa digunakan sebagai pestisida atau sekedar digunakan untuk struktur dan menghangatkan sarang mereka saja.

Nikotin pada tembakau sendiri memiliki efek yang jauh lebih kuat pada hewan yang lebih kecil seperti serangga dan antropoda lainnya, sehingga berguna sebagai pestisida.

Kebiasaan ini kemudian diteliti kembali untuk menentukan apakah ada hubungan puntung rokok sebagai pestisida yang digunakan burung untuk membasmi parasit dengan melakukan pengamatan terhadap burung-burung yang membangun sangkar mereka.

Pengamatan kemudian dilanjutkan dengan menukar potongan lapisan halus yang terdapat di sarang sesaat setelah anak burung menetas.

Ini dimaksudkan agar tidak ada parasit di dekat anak burung dan lapisannya bebas dari serat rokok.

Lantas, peneliti membandingkan dengan sarang yang tidak diganti lapisan sarangnya. Menurut tim peneliti, sarang tersebut rata-rata berisi sekitar 70 kutu.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X