Kompas.com - 07/07/2017, 16:03 WIB
Jakarta yang saat ini suhunya 29,9° C, tanpa pengurangan emisi moderat, pada 2100 suhunya akan setara dengan suhu Phnom Penh, Kamboja saat ini (32,5° C). Climate CentralJakarta yang saat ini suhunya 29,9° C, tanpa pengurangan emisi moderat, pada 2100 suhunya akan setara dengan suhu Phnom Penh, Kamboja saat ini (32,5° C).
EditorShierine Wangsa Wibawa

KOMPAS.com -- Musim panas di seluruh dunia kini terasa lebih panas dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, dan akan semakin parah pada akhir abad ini jika polusi karbon terus meningkat. Kondisi ini akan paling terasa di kawasan perkotaan.

Saat ini, sekitar 54 persen populasi dunia hidup daerah urban, dan penduduk perkotaan diperkirakan tumbuh sebesar 2,5 miliar orang pada tahun 2050. Kombinasi pertumbuhan penduduk yang pesat dan pemanasan global dapat meningkatkan suhu daerah perkotaan hingga mencapai titik yang membahayakan kesehatan dan perekonomian penduduknya.

Untuk menggambarkan seberapa panas kota-kota dunia di masa depan dan pilihan yang mereka hadapi, Climate Central membuat sebuah model interaktif yang dapat Anda coba di situs resminya.

(Baca juga: Jakarta, Kenapa Belakangan Ini Panasnya Luar Biasa?)

Jika Anda mengetikkan nama kota atau mengklik titik lokasi, maka akan muncul nama kota dan suhunya pada musim panas saat ini. Garis yang muncul kemudian akan mengarahkan Anda ke kota kedua yang suhu musim panasnya saat ini akan menjadi suhu musim panas kota pertama pada tahun 2100. Dengan asumsi, selama rentang waktu tersebut, tak ada upaya signifikan untuk mengendalikan emisi karbon.

Kita juga bisa mengetahui seberapa besar perbedaan yang dihasilkan jika kita melakukan upaya pengurangan emisi moderat. Kata “moderat” digunakan untuk menggambarkan pengurangan emisi sekitar setengahnya antara sekarang dan tahun 2100. Jumlah pengurangan emisi ini kira-kira sesuai dengan apa yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan Perjanjian Paris dalam KTT Perubahan Iklim pada tahun 2015 yang membatasi pemanasan global rata-rata sampai 2 derajat Celsius.

Berdasarkan model tersebut, dalam skenario polusi tinggi, Kota Ottawa di Kanada yang saat ini relatif sejuk, pada tahun 2100 mendatang bisa memiliki iklim tropis seperti di Kota Belize, Belize, saat ini. Kota Kabul di Afghanistan yang dikelilingi pegunungan, bisa terasa seperti Kolombo, kota pesisir di Sri Lanka. Kota Kairo di Mesir yang sudah terkenal panas, akan terasa benar-benar terik seperti Abu Dhabi, kota di negara tetangga.

Suhu daratan rata-rata diproyeksikan meningkat 4,8 derajat Celsius, tetapi karena keanehan geografi, beberapa kota akan lebih panas dari lainnya. Kota Sofia di Bulgaria diprediksi mengalami perubahan suhu terbesar secara keseluruhan, dengan kenaikan suhu hampir 8,4 derajat Celsius pada 2100. Kenaikan ini akan membuat musim panas di Sofia terasa seperti musim panas di Port Said, Mesir, saat ini.

10 kota di dunia yang diprediksi akan mengalami perubahan suhu terbesar pada tahun 2100.Climate Central 10 kota di dunia yang diprediksi akan mengalami perubahan suhu terbesar pada tahun 2100.

Bagaimana dengan Indonesia?

Dalam model interaktif yang disuguhkan oleh Climate Central, ada empat kota besar di Indonesia yang ditampilkan: Medan, Jakarta, Bandung dan Surabaya.

Suhu Kota Medan di musim panas saat ini adalah 31,8° C. Tanpa pengurangan emisi moderat, suhu Kota Medan pada tahun 2100 akan mengalami kenaikan menjadi 35,2° C. Angka tersebut setara dengan suhu New Delhi, India, pada musim panas saat ini. Tetapi jika dengan pengurangan emisi moderat, suhu Kota Medan menjadi seperti Bangkok, Thailand, yaitu 33,1° C.

(Baca juga: Musim Kemarau Tiba, Penduduk Indonesia Wajib Berterima Kasih)

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.