Kompas.com - 17/06/2017, 16:06 WIB
Ilustrasi Genom Manusia National GeographicIlustrasi Genom Manusia
|
EditorShierine Wangsa Wibawa

Professor Spector berkata bahwa angka ini merupakan rata-rata. “Jika Anda pergi ke Harvard, angka ini di atas 90 persen. Mengapa? Karena mereka yang belajar di Harvard berasal dari kelas menengah ke atas dengan kesempatan edukasi yang sangat baik. Sementara itu, jika Anda ke Detroit di mana kemiskinan dan narkoba umum ditemukan, tingkat pewarisan IQ turun ke nol persen,” ucapnya seperti yang dikutip dari The Guardian 19 Maret 2015.

Menanggapi studi Minnesota, Professor Spector berkata bahwa ketika Anda mempelajari saudara kembar, hal pertama yang akan Anda sadari adalah kesamaan mereka, mulai dari postur hingga cara tertawa mereka. Namun, bila Anda berhenti mencari persamaan tersebut dan benar-benar mendengarkan cerita mereka, Anda akan melihat perbedaan mereka juga yang sama banyaknya.

Pendapat Professor Spector pun dibenarkan dengan apa yang terjadi ketika para jurnalis mewawancarai saudara kembar yang menjadi partisipan dalam studi Minnesota.

Pada awalnya, para jurnalis hanya berfokus pada saudara-saudara yang luar biasa mirip dan berpendapat bahwa genetika memiliki pengaruh yang luar biasa pada kepribadian dan jalan hidup seseorang. Namun, seiring berjalannya waktu, mereka menemukan bahwa saudara-saudara tersebut adalah minoritas, dan mayoritas saudara kembar tidak semirip yang mereka bayangkan.

Bouchard sendiri mengakui bahwa kemiripan yang luar biasa dalam studinya merupakan anomali. “Mungkin pengaruh genetika memang ada pada sebuah aspek dari perilaku manusia, tetapi penekanan terhadap karakteristik yang sama saja tertentu menyesatkan,” ucapnya seperti yang dikutip dari artikel Washington Post 11 Januari 1998.

Dia melanjutkan, secara rata-rata, anak kembar yang dibesarkan terpisah mirip sekitar 50 persen. Hal ini mengalahkan kepercayaan sebelumnya bahwa mereka salinan yang persis satu sama lain. Tentu tidak. Mereka memiliki keunikan masing-masing.

Jadi, walaupun Map My Gene dan perusahaan-perusahaan tes genetika lainnya tidak akan bisa memprediksikan jati diri dan jalan hidup anak 100 persen, setidaknya rata-rata 50 persen adalah angka yang cukup baik untuk digunakan sebagai patokan awal kepribadian dan bakat anak hingga lingkungan mengerahkan pengaruhnya.

(Baca juga: 5 Mutasi Gen yang Bisa Jadikan Kita Manusia Super)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.