Hilang Selama 150 Tahun, Ikan Tanpa Wajah Ditemukan Kembali

Kompas.com - 12/06/2017, 20:29 WIB
Ikan tanpa wajah John Pogonoski/AFPIkan tanpa wajah
EditorShierine Wangsa Wibawa

KOMPAS.com -- Setelah hampir 150 tahun tak pernah terlihat, ikan tanpa wajah penghuni laut dalam kembali muncul. Ikan aneh yang pertama kali ditemukan di lepas pantai Papua New Guinea pada 1873 silam ini kembali ditemukan ilmuwan dalam ekspedisi di lepas pantai timur Australia, pada kedalaman 4.000 meter.

Sebenarnya, ikan itu tidak benar-benar tanpa wajah. Hewan ini memiliki mulut dan dua lubang hidung berwarna merah jambu. Tetapi  kepalanya yang tak berbentuk membuat para ilmuwan kesulitan mengenali bagian depan dan belakangnya.

“Ikan kecil ini tampak menakjubkan karena memiliki mulut yang sebetulnya terletak di bagian bawah. Jadi jika Anda melihatnya dari samping, Anda tidak dapat melihat mata, hidung, insang, ataupun mulut,” jelas Tim O’Hara, kepala ilmuwan dan pemimpin ekspedisi.

Pada lingkungan gelap, ikan laut dalam biasanya memiliki tubuh yang kenyal dan memiliki pengelihatan yang sangat minim. Beberapa di antaranya bahkan “menciptakan” cahaya sendiri melalui bioluminescence.

Selain ikan tanpa wajah, para peneliti juga menemukan beragam spesies laut dalam lain, seperti kepiting batu berduri runcing yang berwarna merah cerah, coffinfish, belut laut dalam, dan lain sebagainya.  

Tim ilmuwan dari Museums Victoria and the Australian government’s Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation (CSIRO)  meneliti area laut yang belum terjamah ini menggunakan jaring, sonar dan kamera laut dalam untuk mengidentifikasi banyak spesies baru. Sejauh ini , sudah ada ribuan spesimen yang berhasil ditemukan. O’Hara mengatakan bahwa sepertiga dari jumlah tersebut merupakan spesies baru.

Artikel ini sudah pernah tayang sebelumnya di National Geographic Indonesia dengan judul: Menghilang Selama Hampir 150 Tahun, Ikan Tanpa Wajah Kembali Ditemukan

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fenomena Langka, Dua Planet Raksasa Menari Bersama di Luar Angkasa

Fenomena Langka, Dua Planet Raksasa Menari Bersama di Luar Angkasa

Fenomena
Kasus Corona Indonesia Tak Seburuk Prediksi, Diduga karena Vaksinasi

Kasus Corona Indonesia Tak Seburuk Prediksi, Diduga karena Vaksinasi

Kita
Umur Anjing Ternyata Lebih Tua dari Pemiliknya, Studi ini Jelaskan

Umur Anjing Ternyata Lebih Tua dari Pemiliknya, Studi ini Jelaskan

Fenomena
Mengapa Vaksinasi Berkaitan dengan Sistem Kekebalan Tubuh Manusia?

Mengapa Vaksinasi Berkaitan dengan Sistem Kekebalan Tubuh Manusia?

Oh Begitu
Studi Ungkap Cara Virus Corona Langsung Infeksi Sel Jantung Pasien Covid-19

Studi Ungkap Cara Virus Corona Langsung Infeksi Sel Jantung Pasien Covid-19

Fenomena
Harga Vaksin Corona Diperkirakan Rp 75.000 Per Orang, Kapan Siap?

Harga Vaksin Corona Diperkirakan Rp 75.000 Per Orang, Kapan Siap?

Oh Begitu
Ilmuwan Buktikan Lagi, Virus Corona Saat Ini Lebih Menular dan Beda dari Aslinya

Ilmuwan Buktikan Lagi, Virus Corona Saat Ini Lebih Menular dan Beda dari Aslinya

Fenomena
Seberapa Jauh Anjing Bisa Mencium dan Mendengar?

Seberapa Jauh Anjing Bisa Mencium dan Mendengar?

Prof Cilik
Vaksin Bikin Autis? 3 Mitos Vaksinasi Anak yang Tak Usah Dipercaya

Vaksin Bikin Autis? 3 Mitos Vaksinasi Anak yang Tak Usah Dipercaya

Kita
Hati-hati, Gangguan Gigi dan Mulut Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung

Hati-hati, Gangguan Gigi dan Mulut Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung

Oh Begitu
3 Nyamuk Penyebar Mosquito-borne Disease: Aedes Aegypti, Anopheles, dan Culex

3 Nyamuk Penyebar Mosquito-borne Disease: Aedes Aegypti, Anopheles, dan Culex

Kita
[VIDEO] Tanya Dokter: Mengapa Banyak Virus pada Hewan Menular ke Manusia?

[VIDEO] Tanya Dokter: Mengapa Banyak Virus pada Hewan Menular ke Manusia?

Oh Begitu
Jangan Lupakan, Penularan Penyakit karena Nyamuk Masih Terus Terjadi

Jangan Lupakan, Penularan Penyakit karena Nyamuk Masih Terus Terjadi

Kita
Jamur Cordyceps Militaris Disinyalir Punya Antivirus, Apa Saja Manfaatnya?

Jamur Cordyceps Militaris Disinyalir Punya Antivirus, Apa Saja Manfaatnya?

Fenomena
Ini Saran Ahli Menyikapi New Normal agar Tidak Stres dan Terinfeksi Covid-19

Ini Saran Ahli Menyikapi New Normal agar Tidak Stres dan Terinfeksi Covid-19

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X