Di Usia 43, Kungkang Tertua di Dunia Akhirnya Tutup Usia

Kompas.com - 07/06/2017, 16:04 WIB
Miss C Miss C
|
EditorShierine Wangsa Wibawa

KOMPAS.com – Pada tanggal 2 Juni 2017, kungkang tertua di dunia atau bahkan sejarah akhirnya meninggal dunia di Kebun Binatang Adelaide, Adelaide. Di usianya yang ke-43, usia Miss C telah mencapai dua kali lipat harapan hidup kungkang yang seharusnya hanya 20 tahun.

Kurator kebun binatang tersebut, Phil Ainsley, mengatakan dalam siaran pers, Miss C benar-benar mahluk yang fenomenal dan dipercaya sebagai kungkang tertua di dunia.

Namun, kesehatan Miss C tidak sempurna. Menurut juru bicara dari Kebun Binatang Adelaide, kualitas hidup kungkang ini telah menurun jauh dan dibebani dengan berbagai masalah kesehatan karena usianya yang tua. Oleh karena itu, pihak kebun binatang pun memutuskan untuk mengeutanasia Miss C.

“Perawatan yang dibutuhkan Miss C sangat invasif dan kemungkinan besar hanya memperlambat kematiannya, jadi keputusan yang berat pun kita ambil untuk mengeutanasia dia dengan manusiawi,” kata Ainsley.

Miss C yang lahir di kebun binatang Adelaide pada tahun 1974 merupakan kungkang berjenis Choloepus hoffmanni terakhir di Australia. Habitat asli Miss C sebenarnya hutan tropis yang lembap di Amerika Tengah dan Selatan.

“Pada saat ini, tidak ada lagi kungkang yang tersisa di Australia. Jadi, meskipun kita berharap untuk bisa menjadi rumah bagi spesies yang luar biasa ini, kemungkinan besar kehadiran kungkang berikutnya di Kebun Binatang Adelaide, atau pun Australia, masih lama,” ucap Ainsley.

(Baca juga: Banyak Hawan Jelek Terlihat Imut di Mata Manusia, Kok Bisa?)

Tanpa umur panjang seperti Miss C sekalipun, C hoffman merupakan spesies yang unik. Hewan ini biasanya hidup sendiri dan “aktif” di malam hari. Sama seperti kungkang pada umumnya, C hoffman bergerak dengan kecepatan yang sangat lambat. Dalam satu hari, C hoffman bahkan menghabiskan 15 jam untuk tidur dan hanya bergerak sejauh 38 meter.

Saking lambatnya, National Geographic melaporkan bahwa algae bisa tumbuh di bulu cokelat C hoffman. Untungnya, algae tersebut membantu mengamuflasikan hewan ini dari predator.

Dengan kedua cakar memanjat yang sangat kuat, C hoffman juga dikenal sebagai hewan yang melakukan segalanya di atas pohon dalam keadaan terbalik, mulai dari makan, tidur, berpasangan, melahirkan, hingga buang air.

Akibatnya, bulu mereka pun tumbuh menjauhi tubuh mereka ke arah atas. Lalu, karena cengkraman C hoffman luar biasa kuat, terkadang tubuh kungkang didapati masih bisa bergantung di dahan dalam keadaan sudah mati.

Menurut International Union for Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN), C hoffman tidak terancam punah dalam waktu dekat. Namun, populasi liar hewan ini tetap terancam kehilangan habitatnya dan penjualan ilegal.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X