Kompas.com - 05/06/2017, 12:58 WIB
Robot ShutterstockRobot
|
EditorYunanto Wiji Utomo

KOMPAS.com - Kemampuan manusia terus berkembang. Manusia kini bisa menciptakan robot cerdas, mengedit gen, membuat sperma, sel telur, dan rahim buatan.

Perkembangan kemampuan membuat sejumlah ilmuwan menyebut manusia kini kian mendekati kemampuan Tuhan yang maha kuasa.

Namun ilmuwan dari Universitas Oxford dan Yale dalam International Conference on Machine Learning serta Conference on Neural Information Processing System, mengatakan, nasib manusia akan berubah.

Dalam dua konferensi besar itu, ilmuwan Oxford dan Yale menyampaikan hasil survei untuk melihat pendapat 350 peneliti kecerdasan buatan tentang dampak kecerdasan buatan itu sendiri.

Survei mengungkap, manusia kini memang masih bisa mengalahkan robot tetapi dalam 45 tahun, manusia akan seperti "Tuhan" yang kalah oleh ciptaannya sendiri.

Tahun 2024, manusia akan kalah dalam menerjemahkan bahasa. Tahun 2026, manusia akan kalah dalam menulis esai tingkat SMA. Tahun 2027, manusia akan kalah dalam mengemudikan truk.

Lantas, tahun 2031, manusia akan kalah cekatan saat bekerja di toko. Tahun 2049, manusia akan kalah dalam menulis buku laris. Tahun 2053, manusia akan kalah dalam melakukan operasi medis.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lebih buruk, ilmuwan memprediksi bahwa dalam 120 tahun ke depan, hampir semua pekerjaan manusia akan direbut oleh kecerdasan buatan.

Baca Juga: Menuju Revolusi AI, Jangan Jadikan Anak Kami Bangsa Robot

Katja Grace, peneliti di Machine Intelligence Research Institute di Berkeley, California, mengatakan, "kecerdasan buatan punya konsekuensi sosial luas."

Salah satunya adalah, bagaimana guru masa depan membedakan esai buatan manusia dengan buatan mesin sehingga mampu menilai kemampuan murid dengan tepat?

Kecerdasan buatan memang berdampak besar. Saat ini, misalnya, kecerdasan buatan sudah menyaingi manusia dalam menganalisis data.

"Ada semakin banyak bukti bahwa kecerdasan buatan bisa mengalahkan manusia dalam tugas spesifik dan kompleks," kata Eleni Vasilaki dari University of Sussex seperti dikutip New Scientist, 31 Mei 2017.

Namun, apakah manusia akan benar-benar kalah? Tidak juga. Robot yang versatile seperti manusia kemungkinan besar tak akan hadir segera.

Giorgio Yannakaki dari University of Malta yang tak terlibat riset mengungkapkan, manusia mungkin tetap akan berkuasa dalam kemampuan yang melampaui kognisi.

"Sangat menarik untuk bertanya, kapan kecerdasan buatan melampaui manusia dalam mengkritik seni atau film," katanya.

Meski demikian, perkembangan kecerdasan memang perlu diantisipasi, apalagi di negeri seperti Indonesia di mana banyak pekerjaan berpotensi digantikan robot.

Baca Juga: Stephen Hawking: Kecerdasan Buatan Mengancam Manusia

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.