Kompas.com - 30/05/2017, 20:05 WIB
Ilustrasi otak ShutterstockIlustrasi otak
|
EditorShierine Wangsa Wibawa

KOMPAS.com -- Dalam sehari, seorang manusia dewasa membutuhkan waktu tidur sekitar tujuh hingga sembilan jam. Angka tersebut berarti manusia menghabiskan sepertiga waktu hidupnya untuk tidur.

Namun, mengapa kita perlu tidur? Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa kurang tidur tidak hanya mempengaruhi kondisi fisik, tetapi juga mental dan performa otak. Kekurangan tidur bahkan dapat menyebabkan kehilangan memori, halusinasi, hingga kejang-kejang.

Sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal of Neuroscience adalah salah satu yang membuktikan hal ini. Para peneliti menemukan bahwa tanpa tidur yang cukup, otak akan memakan dirinya sendiri.

Dilaporkan oleh New Scientist 23 Mei 2017, pada tikus yang kekurangan tidur, sel otak yang berfungsi untuk menghancurkan dan mencerna sel-sel yang rusak menjadi tidak terkontrol.

Michele Bellesi dari Marche Polytechnic University di Italia menjelaskan, dalam jangka waktu pendek, hal ini bermanfaat untuk membersihkan otak dari kotoran dan memperbaiki yang rusak. Akan tetapi, dalam jangka panjang, kekurangan tidur meningkatkan resiko Alzheimer dan penyakit neurologis lainnya.

(Baca juga: Jaga Waktu Tidur Anda di Bulan Ramadhan dengan Kiat Dokter Ini)

Selain itu, tidur juga sangat penting dalam mengingat dan melupakan. Dalam studi yang dipublikasikan pada bulan Juli 2016, Giulio Tononi dari University of Winconsin-Madison menunjukkan bersama koleganya mengamati efek tidur pada otak tikus.

Para peneliti mengambil sepotong otak dari tikus yang sudah dan belum tidur untuk membandingkannya. Ternyata, sinapsis atau penghubung neuron pada otak menjadi 18 persen lebih kecil setelah tidur. Hal ini menunjukkan bahwa hubungan antara neuron pada otak melemah ketika kita sedang tidur.

Walaupun terdengar mengerikan, sebuah studi lain yang dipublikasikan pada Februari 2017 menemukan bahwa otak yang lebih “kurus” justru memiliki lebih banyak ruang untuk memori yang baru. Itulah sebabnya kita menjadi sulit berkonsentrasi dan mempelajari informasi baru ketika kekurangan tidur. Kapasitas otak sudah terlalu penuh dan perlu dipangkas.

Tononi mengatakan, tidur adalah biaya yang harus kita bayar untuk belajar.

Namun, Anda tidak perlu khawatir melupakan memori-memori yang penting saat tidur. Tononi berkata bahwa ada beberapa sinapsis yang tidak mengalami proses ini dan kemungkinan besar, di sinilah kita menyimpan memori-memori yang penting.

(Baca juga: Banyak Tidur Saat Berpuasa Tanda Kemalasan? Belum Tentu)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.