Kompas.com - 29/05/2017, 18:13 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorShierine Wangsa Wibawa

KOMPAS.com -- Dalam dunia olahraga lari yang kompetitif, perempuan dan laki-laki sama-sama menuangkan energi dan waktu mereka sebaik-baiknya untuk menjadi yang tercepat di dunia. Bila usaha yang mereka keluarkan sama, mengapa pria tercepat di dunia, Usain Bolt, bisa berlari lebih cepat daripada wanita tercepat, Florence Griffith?

Menurut para pakar, jawabannya terletak pada hormon dan tubuh.

Sebelum menginjak pubertas, anak laki-laki dan perempuan memiliki tubuh dan hormon yang hampir sama. Namun, setelah puberti, testosteron pada anak laki-laki meningkat jauh dan di usia dewasa, hormon ini bisa 20 kali lipat lebih banyak pada pria daripada wanita.

Dr Emily Kraus, dokter pengobatan olahraga untuk perawatan primer di Stanford Health Care, California, mengatakan, karena wanita memproduksi testosteron yang lebih sedikit, kita merugi dalam hal otot. Hormon ini membuat pria memiliki otot yang lebih banyak dan besar.

(Baca juga: Obat Baru Pacu Pemalas Jadi Pelari Maraton)

Membandingkan otot kaki pada keduanya, Kraus berkata bahwa proporsi otot pada kaki pria 20 persen lebih banyak daripada wanita. Otot tambahan ini membantu mereka untuk berlari lebih cepat. “Lalu, otot pria biasanya memiliki fiber cepat sentak yang membantu mereka untuk berlari cepat,” tambahnya.

Sebaliknya, wanita memiliki lebih banyak hormon estrogen. Hormon tersebut meningkatkan komposisi lemak pada tubuh wanita dan dapat membuat performa lari menjadi lebih lambat.

Di samping hormon, tubuh wanita juga kurang mendukung dalam berlari. Rata-rata wanita memiliki paru-paru yang lebih kecil daripada pria sehingga konsumsi oksigen (VO2 max) mereka juga lebih kecil. Hal ini membuat wanita harus bekerja lebih keras dalam menghirup oksigen bagi otot, kata Kraus.

Jantung wanita juga biasanya lebih kecil daripada pria sehingga volume darah yang didorong dalam sekali pompa menjadi lebih sedikit. Dikombinasikan dengan jumlah hemoglobin (protein darah yang berfungsi mengantarkan oksigen ke seluruh tubuh) yang lebih sedikit, hal ini berarti otot wanita menerima lebih sedikit darah dan oksigen daripada pria.

(Baca juga: Inilah Jenis Olahraga Terbaik untuk Otak Anda)

Biomekanik

Dari segi biomekanik, Dr Miho Tanaka yang merupakan asisten profesor untuk operasi ortopedi dan ketua dari Women’s Sport Medicine Program di Johns Hopkins Medicine berkata bahwa pria biasanya memiliki kaki yang lebih panjang daripada pria. Artinya, mereka memiliki lebih banyak ruang untuk otot dan dapat melangkah lebih jauh.

Ditambah dengan pinggul yang lebih lebar, sikap lari wanita biasanya tidak seefisien pria. “Otot bekerja paling maksimal bila semuanya sejajar. Jika pinggul Anda sangat sempit seperti pria, maka paha depan Anda akan berlari lurus dari pinggul ke lutut dan searah dengan tujuan lari Anda,” ujar Tanaka.

Walaupun demikian, hal ini bukan berarti bahwa wanita dengan pinggul yang lebar tidak akan bisa berlari dengan baik. Faktor ini hanyalah satu dari beberapa alasan mengapa wanita pada umumnya tidak bisa berlari secepat pria.

“(Wanita) sangatlah luar biasa. Walaupun memiliki banyak kerugian-kerugian kecil seperti ini, beberapa di antara mereka masih bisa berkompetisi dengan pria,” kata Kraus.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.