Kompas.com - 28/05/2017, 11:06 WIB
Bayi kembar enam dari pasangan Ajibola Taiwo dan Adeboye Taiwo. Bayi kembar enam dari pasangan Ajibola Taiwo dan Adeboye Taiwo.
|
EditorShierine Wangsa Wibawa

KOMPAS.com -- Seorang wanita dari Virginia, AS baru saja melahirkan bayi kembar enam setelah berusaha selama hampir dua dekade. Keenam bayi tersebut (tiga laki-laki dan tiga perempuan) dilahirkan pada tanggal 11 Mei 2017 di VCU Medical Center, Richmond, Virginia dan membutuhkan 40 orang untuk persiapannya.

Dr Ronald Ramus, ketua Divisi Pengobatan Ibu dan Janin di VCU Medical Center mengatakan dalam siaran pers, tidak setiap hari orangtua bisa membawa pulang bayi kembar enam. Sang ibu, Ajibola Taiwo, makan, tidur, dan bernafas untuk tujuh orang sekaligus.

Secara alami, kehamilan dengan bayi kembar terjadi karena dua metode. Pertama, telur yang telah difertilisasi membelah sebelum tertanam di uterus. Kedua, dua telur atau lebih yang berbeda difertilisasi oleh sperma yang berbeda-beda juga.

Walaupun kelahiran dengan dua bayi kembar cukup mudah untuk ditemukan, tetapi kelahiran bayi kembar tiga atau lebih sangat langka. Dalam empat juta kelahiran di AS pada tahun 2015, misalnya, hanya 2.871 yang kembar tiga, 228 yang kembar empat, dan hanya 24 yang kembar lima atau lebih.

Dr Avner Hershlag, pemimpin Northwell Health Fertility di Manhasset, New York, yang tidak terlibat dengan kelahiran dan perawatan bayi kembar enam tersebut mengatakan, kemungkinan terjadinya pembuahan dengan jumlah empat atau lebih secara spontan amat sangat langka.

Namun, kemungkinan tersebut meningkat jauh ketika perawatan fertilitas dilibatkan. Sebagai contoh adalah obat fertilitas. Obat-obat ini biasanya menstimulasi ovarium untuk memproduksi lebih banyak telur yang jika berhasil difertilisasi secara bersamaan bisa menghasilkan bayi kembar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

In vitro fertilization (IVF) juga bisa menghasilkan kehamilan ganda, tetapi hal ini jarang terjadi di era modern seperti sekarang. Pada masa lalu, tingkat keberhasilan IVF cukup rendah sehingga dokter pun harus memasukkan beberapa embrio ke dalam uterus untuk memastikan keberhasilannya.

“Pada masa awalnya, IVF menyebakan mayoritas kehamilan ganda. Sebab, dokter IVF pada masa tersebut akan memasukkan tiga, empat, lima, atau bahkan enam embrio sekaligus,” ucap Hershlag. Namun, kini jumlah tersebut telah dibatasi dan beberapa klinik ternama hanya akan memasukkan satu embrio saja.

Hershlag lalu menjelaskan mengapa dokter-dokter fertilitas modern hanya perlu memasukkan satu embrio saja. Dia berkata bahwa kehamilan ganda sering kali diasosiasikan dengan risiko komplikasi yang lebih tinggi.

“Kelahiran bayi kembar banyak bukanlah pencapaian untuk klinik fertilitas mana pun. Walaupun aku berharap untuk kesehatan dan hasil yang baik bagi pasangan Virginia yang baru saja melahirkan bayi kembar enam, aku harus menekankan bahwa kejadian ini harus ditinggalkan di masa lalu,” katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.