Ada Sesuatu tentang Zebra yang Tak Pernah Diketahui Manusia, Ini Dia

Kompas.com - 25/05/2017, 20:09 WIB
Rombongan Zebra melintasi jalur kendaraan saat bersafari. Agung Kurniawan/Kompas.comRombongan Zebra melintasi jalur kendaraan saat bersafari.
|
EditorYunanto Wiji Utomo

KOMPAS.com - Setiap tahun, hampir ribuan binatang di benua Afrika melakukan migrasi untuk mencari makanan. Salah satunya adalah zebra.

Meski menjadi suatu hal yang rutin terjadi, tetapi ilmuwan sampai kini masih bertanya-tanya bagaimana para hewan itu menentukan arah migrasi.

Sebuah studi tentang migrasi zebra berhasil mengungkap rahasia zebra yang tak pernah diketahui manusia, tentang cara hewan bercorak khas tersebut mengenali jalur migrasi.

Tim peneliti menemukan, zebra menggunakan ingatan mereka sebagai panduan. Mereka punya memori masa lalu yang dengan jelas mengarahkan zebra ke tempat tujuan.

Sebaliknya, tanda-tanda seperti kondisi vegetasi di sepanjang jalan kurang penting untuk menunjukkan arah migrasi.

" Zebra bermigrasi ke lokasi yang punya sumber makanan terbaik pada masa lalu," kata Chloe Bracis, peneliti yang memimpin riset.

"Mereka tampaknya menavigasi tujuan mereka berdasarkan ingatan," lanjut Bracis seperti dikutip Daily Mail pada Rabu (24/5/2017).

Bracis dan peneliti Pusat Penelitian Keanekaragaman Hayati dan Iklim Senckenberg di Frankfurt di wilayah sekitar 300 kilometer Delta Okavango, Botswana hingga padang rumpur Mokgadokgadi pada musim migrasi.

Bracis dan rekannya lalu membandingkan rute migrasi zebra hasil simulasi komputer dengan hasil pengamatan langsung rute migrasi zebra menurut data GPS.

Peneliti lantas menguji apakah 2 mekanisme yang dapat mempengaruhi arah migrasi. Pertama, peneliti menguji mekanisme persepsi, misalnya tentang vegetasi hijau.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Unik, Tenyata Seekor Gajah Bisa Melahap 150 Kg Pakan dalam Sehari, Kok Bisa?

Unik, Tenyata Seekor Gajah Bisa Melahap 150 Kg Pakan dalam Sehari, Kok Bisa?

Fenomena
Infeksi Otak Langka dari Amoeba Pemakan Otak Ditemukan di Florida

Infeksi Otak Langka dari Amoeba Pemakan Otak Ditemukan di Florida

Oh Begitu
Serba-serbi Hewan: Hiu Paus Punya Ribuan Gigi Kecil di Sekitar Mata

Serba-serbi Hewan: Hiu Paus Punya Ribuan Gigi Kecil di Sekitar Mata

Fenomena
CDC China: Virus Flu Babi Baru Tidak akan Jadi Pandemi Secepat Itu, Ini Penjelasannya

CDC China: Virus Flu Babi Baru Tidak akan Jadi Pandemi Secepat Itu, Ini Penjelasannya

Fenomena
Dalam 10 Hari di India, 147 Orang Meninggal Dunia Akibat Serangan Petir

Dalam 10 Hari di India, 147 Orang Meninggal Dunia Akibat Serangan Petir

Fenomena
Kasus Baru Covid-19 di Amerika Serikat Meroket, Tapi Kenapa Kurva Kematian Rata?

Kasus Baru Covid-19 di Amerika Serikat Meroket, Tapi Kenapa Kurva Kematian Rata?

Fenomena
239 Ahli Sebut Virus Corona Menyebar di Udara, WHO Sangkal Bukti

239 Ahli Sebut Virus Corona Menyebar di Udara, WHO Sangkal Bukti

Kita
Kementan: Roll On dan Inhaler Eucalyptus Sudah Terdaftar Badan POM

Kementan: Roll On dan Inhaler Eucalyptus Sudah Terdaftar Badan POM

Oh Begitu
Kalung Aromaterapi Eucalyptus Kementan, Mengapa Belum Diuji Klinis?

Kalung Aromaterapi Eucalyptus Kementan, Mengapa Belum Diuji Klinis?

Oh Begitu
Kementan: Kalung Aromaterapi Bukan Antivirus, tapi Aksesori Kesehatan

Kementan: Kalung Aromaterapi Bukan Antivirus, tapi Aksesori Kesehatan

Oh Begitu
Studi: Virus Mencuri Kode Genetis Manusia, Ciptakan Gen Campuran Baru

Studi: Virus Mencuri Kode Genetis Manusia, Ciptakan Gen Campuran Baru

Oh Begitu
Es Berwarna Pink Muncul di Pegunungan Alpen, Fenomena Apa Itu?

Es Berwarna Pink Muncul di Pegunungan Alpen, Fenomena Apa Itu?

Oh Begitu
Sebagian Indonesia Lebih Dingin Bukan karena Aphelion, tapi Pola Angin

Sebagian Indonesia Lebih Dingin Bukan karena Aphelion, tapi Pola Angin

Fenomena
Bumi Berada di Titik Aphelion, Apa Dampaknya untuk Indonesia?

Bumi Berada di Titik Aphelion, Apa Dampaknya untuk Indonesia?

Fenomena
Tikus Mol Punya Imunitas terhadap Kanker, Kok Bisa?

Tikus Mol Punya Imunitas terhadap Kanker, Kok Bisa?

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X