Tikus dari "Sperma Antariksa" Lahir, Apakah Era Star Trek Sudah Tiba?

Kompas.com - 23/05/2017, 20:35 WIB
Anak tikus hasil perkawinan sperma yang disimpan di antariksa. Teruhiko Wakayama, University of Yamanashi Anak tikus hasil perkawinan sperma yang disimpan di antariksa.
|
EditorYunanto Wiji Utomo

KOMPAS.com - Reproduksi di luar angkasa tidak hanya akan menjadi mimpi. Puluhan atau ratusan tahun ke depan, saat manusia sudah bisa tinggal di antariksa, itu bisa dilakukan.

Hasil penelitian yang dilakukan Teruhiko Wakayama dari Advance Biotechnology Center di Kofu, Jepang, memberi tanda terwujudnya harapan tersebut.

Wakayama dan timnya pada tahun 2013 lalu mengirimkan sperma ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) untuk melihat pengaruh radiasi pada sel kelamin itu.

Rata-rata radiasi harian di ISS 100 kali lebih kuat daripada di permukaan bumi. Radiasi itu hipotesisnya bisa menimbulkan masalah reproduksi serius bagi organisme.

Namun hasil penelitian pada sperma tikus yang berada di antariksa selama 288 hari, dari Agustus 2013 hingga Mei 2014, memberi petunjuk berbeda.

Saat sperma itu dibawa ke bumi dan dikawinkan dengan sel telur dengan metode bayi tabung, keturunan yang dihasilkan ternyata sehat.

"Studi kami menunjukkan hasil bahwa sperma bisa disimpan di ruang angkasa setidaknya selama 9 bulan," kata Wakayama seperti dikutip The Guardian, Senin (22/5/2017).

Sampel sperma yang dibawa ke ruang angkasa memang menunjukkan bukti adanya kenaikan tingkat kerusakan DNA dibandingkan dengan sperma yang disimpan di bumi. Namun, kerusakan itu ternyata bisa diperbaiki.

"Meskipun dengan sperma itu telah ada sedikit kerusakan dari radiasi ruang angkasa, semua keturunannya normal," kata Wayakama.

Rasio kelahiran dan rasio jenis kelamin dari anak tikus yang berasal dari sperma yang disimpan di ruang angkasa sebanding dengan anak tikus yang berasal dari sperma di bumi.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X