Kompas.com - 23/05/2017, 18:41 WIB
|
EditorYunanto Wiji Utomo

KOMPAS.com - Jika Anda seorang penyuka pedas, tentunya Anda tak ingin melewatkan informasi mengenai cabai terpedas di dunia ini.

Cabai itu dikembangkan oleh Mike Smith, pemilik Tom Smith's Plants, bersama peneliti dari Universitas Nottingham diberi nama Dragon's Breath atau Napas Naga

Napas Naga dipamerkan dalam acara Chelsea Flower Show yang diadakan 23 Mei-27 Mei di London. Meski begitu Smith tidak merekomendasikan cabai ini untuk dikonsumsi karena bisa jadi berakibat fatal bagi pemakannya.

"Saya sudah mencoba di ujung lidah saya, dan rasanya lidah saya seperti terbakar. Buru-buru saya meludahkannya," ujar Smith seperti dikutip dari Live Science, Jumat (19/6/2017).

Apa pasal? Napas Naga ternyata mampu menghasilkan 2,48 juta unit panas pada skala Scoville, sebuah pengukuran tingkat konsentrasi kapsaisin, zat kimia yang melepaskan sensasi pedas panas yang dirasakan orang saat mereka menggigitnya.

Bandingkan saja dengan tingkat kepedasan cabai lainnya. Cabai habanero menghasilkan sekitar 350 ribu unit panas pada skala scoville sementara jalapeno menghasilkan 8000 unit panas skala scoville.

Napas naga lebih pedas dibandingkan dengan pemegang rekor cabai terpedas sebelumnya, Carolina Reaper, yang menghasilkan kira-kira 1,6 juta unit panas skala scoville.

Paul Bosland, Profesor hortikultura di New Mexico State University dan Direktur Chile Pepper Institute mengungkapkan saat seseorang makan cabai yang sangat pedas, sensasi pertama yang didapat biasanya adalah mulut yang menjadi kebiruan.

"Apa yang terjadi adalah bahwa reseptor di mulut mengirimkan sinyal ke otak bahwa ada rasa sakit berupa panas dan otak akan memproduksi endorfin untuk menghalangi rasa sakit itu," terang Bosland.

Namun jika cabai yang di makan luar biasa pedasnya maka tubuh yang terkena kapsaisin akan melepuh seperti misalnya pada bagian mulut dan jika tertelan maka tenggorokan pun juga mengalamai hal yang sama.

"Tubuh merasakan luka bakar dan mengorbankan lapisan atas sel untuk memberikan sinyal untuk mencegah panas lebih jauh lagi masuk kedalam tubuh," jelas Bosland lagi.

Jadi mengonsumsi cabai dengan tingkat kepedasan seperti Napas Naga bisa menyebabkan rasa terbakar setidaknya selama 20 menit.

Dalam beberapa kasus, memakan cabai yang pedas dapat menyebabkan syok anafilaksis, luka bakar yang parah dan bahkan menutup saluran pernapasan yang bisa membuat berujung kematian jika tidak segera di tangani.

Seperti kasus yang terjadi beberapa saat lalu, saat seorang pria harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka pada tenggorokannya setelah makan burger dengan bubur cabai.

Sudah jelas kan mengapa pengembang cabai ini sendiri tidak ingin memanfaatkannya untuk dikonsumsi? Smith sendiri justru ingin mengembangkannya sebagai obat bius untuk orang-orang yang alergi terhadap anastesi biasa.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.