Selain Bakteri, Transplantasi Tinja Juga Bisa Tularkan Karakter Donor

Kompas.com - 18/05/2017, 20:06 WIB
Ilustrasi TLFurrerIlustrasi
EditorShierine Wangsa Wibawa

KOMPAS.com -- Seorang pakar penyakit menular asal Australia mengatakan, ada bukti yang meningkat bahwa transplantasi tinja bisa menyebabkan beberapa pasien mewarisi karakter fisik dan mental dari donor mereka, termasuk bentuk tubuh dan bahkan gejala depresi.

Transplantasi tinja menjadi perawatan yang semakin populer untuk sejumlah kondisi seperti kelelahan kronis, Parkinson’s, autisme dan sindrom iritasi usus besar.

Lebih umum lagi, mereka digunakan untuk mengganti bakteri usus dari orang-orang yang mengalami komplikasi setelah penggunaan antibiotik jangka panjang.

Perawatan tersebut melibatkan transplantasi tinja donor ke dalam usus pasien untuk memperbaiki keseimbangan bakteri "baik" dan "jahat".

(Baca juga: Lawan Infeksi Bakteri, Ilmuwan Kembangkan Pil Tinja)

Associate Profesor Patrick Charles, dari Department Penyakit Menular di Austin Health, Australia, telah menunjukkan bukti dari efek samping yang tidak lazim di hadapan para spesialis di kongres ‘Royal Australasian College of Physicians’ di Melbourne.

Dr Charles mengatakan bahwa pengobatan tersebut telah digunakan dalam pengobatan modern sejak tahun 1950an, namun para dokter masih memelajari tentang pengaruhnya.

"Ini cara yang sangat berhasil untuk memperbaiki ... pertumbuhan berlebih dari bakteri jahat yang menyebabkan diare yang mengerikan," jelasnya dalam artikel ABC 9 Mei 2017.

Ia lalu menerangkan, "Kini, apa yang kami pelajari tentang hal ini adalah perubahan dalam campuran bakteri di saat Anda mendapatkan transplantasi ini ternyata bisa membuat pasien mewarisi beberapa karakteristik donor.”

"Ada orang-orang yang telah mewarisi bentuk tubuh donor, misalnya jika donor mengalami kelebihan berat badan atau kekurangan berat badan mereka akan menjadi seperti itu,” imbuhnya.

"Bahkan ada laporan dari beberapa orang yang tak pernah mengalami depresi lalu mendapatkan transplantasi dari seseorang yang mengalami depresi, mereka akhirnya mengalami depresi pertama mereka setelah itu," kata Dr Charles.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X