Tanaman Juga Bisa “Mendengar”, Ini Buktinya

Kompas.com - 18/05/2017, 18:06 WIB
Royal Philharmonic Orchestra mengadakan resital musik selama tiga jam pada tahun 2011 untuk menguji teori bahwa tanaman tumbuh lebih baik ketika mendengar musik. Royal Philharmonic Orchestra mengadakan resital musik selama tiga jam pada tahun 2011 untuk menguji teori bahwa tanaman tumbuh lebih baik ketika mendengar musik.
|
EditorShierine Wangsa Wibawa

KOMPAS.com -- Anda mungkin pernah mendengar atau membaca bahwa musik dapat membantu tanaman tumbuh lebih baik. Apa pun pendapat Anda terhadap klaim ini, sains memiliki beberapa bukti bahwa tanaman ternyata memang bisa mendengar.

Studi tersebut digagas oleh pakar biologi evolusi Monica Gagliano dari University of Western of Australia dan dipublikasikan dalam jurnal Oecologia. Untuk menyelidiki hipotesis mereka, Gagliano dan koleganya meletakkan kacang polong di dalam pot yang berbentuk seperti huruf “Y” terbalik.

Satu kaki kemudian diletakkan pada nampan berisi air atau dikelilingi pipa plastik yang dialiri air, sementara kaki lainnya diletakkan pada tanah. Ternyata, akan kacang polong bertumbuh menuju kaki pertama, meski pun mereka tidak dapat mengakses airnya.

“Mereka (tanaman tersebut) tahu bahwa airnya di sana, meski pun mereka mereka dapat mendeteksinya melalui suara air mengalir di dalam pipa,” kata Gagliano.

Ini bukan kali pertama para peneliti mencoba menguji daya “pendengaran” tanaman. Sebuah studi pada tahun 2014 bahkan menemukan bahwa Arabidopsis yang masih sekeluarga dengan kubis mampu membedakan bunyi ulat mengunyah dengan suara angin. Ketika mendengar bunyi rekaman ulat, tanaman tersebut memproduksi lebih banyak racun kimia.

“Kita sering kali meremehkan tanaman karena respons mereka tidak terlihat. Tapi daun ternyata merupakan pendeteksi getaran yang sangat sensitif,” ucap penulis utama studi tersebut, Heidi Appel yang juga seorang ilmuwan lingkungan di University of Toledo.

Selain itu, fenomena “dengungan polinasi” juga bisa menjadi bukti bahwa tanaman bisa mendengar. Beberapa jenis lebah seperti Bombus morio dapat berdengung dengan frekuensi tertentu untuk menstimulasi pelepasan serbuk sari.

Jadi, perlukah Anda menyetel musik klasik agar sayur bayam di kebun dapat tumbuh lebih cepat?

Gagliano berkata bahwa bunyi-bunyi yang disengaja oleh manusia justru dapat memblokir saluran informasi di antara tanaman, misalnya saat mereka perlu memperingatkan satu sama lain tentang serangga.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X