Kompas.com - 17/05/2017, 18:06 WIB
|
EditorShierine Wangsa Wibawa

KOMPAS.com – Pernahkah Anda bertanya-tanya, mengapa kucir berayun ke kanan dan kiri saat sedang berlari? Padahal, kepala di mana kucir tersebut menempel bergerak naik-turun ketika tubuh bergerak maju.

Pada tahun 2010, seorang ahli matematika, Joseph B Keller, memikirkan misteri ini dan menemukan jawabannya melalui hasil pekerjaan seorang ahli astronomi asal Amerika, G W Hill.

Sebenarnya, Hill sama sekali tidak meneliti mengenai rambut. Dia ingin mengetahui apakah orbit bulan yang mengelilingi bumi stabil atau tidak, dan pada tahun 1996 dia menciptakan rumus Hill yang digunakan oleh Keller untuk menjawab alasan kucir berayun ke kanan dan kiri.

(Baca juga: Kenapa Tali Sepatu Bisa Kendor Sendiri? Fisika Menjelaskannya)

Mari membayangkan kucir seperti pendulum yang memiliki frekuensinya sendiri. Pendulum ini menempel pada kepala yang juga menempel pada tubuh dan masing-masing memiliki frekuensinya sendiri-sendiri.

Keller menulis, pelari pada umumnya akan memiliki ritme natural sekitar 140 hingga 160 langkah per menit, atau sekitar 2,5 siklus per detik. Jadi kepala mereka akan bergerak mengikuti frekuensi ini.

Sementara itu, kucir pada umumnya memiliki panjang 25 sentimeter dan memiliki frekuensi 1,4 siklus per detik. Jadi, bisa dibilang bahwa frekuensi kucir sebenarnya hanya setengah dari frekuensi kepala.

Menggunakan rumus Hill, Keller menemukan bahwa bila hubungan frekuensi pendulum dan penunjangnya adalah 1:2, maka gerakan ke samping akan diperkuat hingga berlipat ganda.

Nah, untuk bergerak maju, seorang pelari akan menginjak tanah dengan kaki kiri, lalu kaki kanan, dan seterusnya. Gerakan ini membuat tubuh dan kepala memiliki gerakan ke samping yang walaupun sedikit menjadi jauh lebih kuat karena pola gerakan kucir yang menyerupai pendulum.

Selain pertanyaan mengenai kucir, Keller juga menggunakan sains dan matematika untuk menyelesaikan berbagai persoalan di dunia.

Dia penah mencari cara untuk mengurangi tetesan teh dari poci (Anda hanya perlu menuang lebih cepat) dan menggunakan teori antrian untuk menjelaskan mengapa beberapa penerbangan tambahan dapat menyebabkan keterlambatan yang luar biasa.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Sumber ABC News

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.