Apa Rahasia Peraih Medali Emas di Olimpiade Fisika Ini?

Kompas.com - 16/05/2017, 16:06 WIB
Gerry Windiarto Mohamad Dunda ketika menerima medali emas di Asian Physics Olimpiad (APhO) ke-18. Gerry Windiarto Mohamad Dunda ketika menerima medali emas di Asian Physics Olimpiad (APhO) ke-18.
|
EditorShierine Wangsa Wibawa

KOMPAS.com -- Walaupun masih duduk di bangku kelas XII SMA, Gerry Windiarto Mohamad Dunda telah berhasil mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia.

Siswa dari SMAN MH Thamrin, Jakarta ini meraih meraih medali emas di Asian Physics Olimpiad ( APhO) ke-18 di Yakutsk, Rusia pada tanggal 1-9 Mei 2017, walaupun olimpiade tersebut disebut-sebut sebagai yang tersulit dalam sejarah.

(Baca juga: Indonesia Raih 2 Medali di Olimpiade Fisika APhO Tersulit dalam Sejarah)

Kepada Kompas.com saat diwawancarai di acara konferensi pers yang diadakan di Perpustakaan Kementerian Pendidikan dan Budaya (Kemendikbud), Jakarta, Senin (15/5/2017), Gerry berkata bahwa ini bukan kali pertamanya berkompetisi di olimpiade ilmu pengetahuan alam.

Dia sudah pernah mengikuti International Junior Science Olympiad di India ketika masih duduk di bangku SMP dan meraih medali perak.

Rahasia dari keberhasilan tersebut, menurut Gerry, adalah kegigihannya dalam menemukan jawaban.

Dia mengatakan, kalau seandainya kita memiliki suatu soal dan tidak dapat menemukan jawabannya, kita harus terus berjuang untuk berpikir dan bersabar sampai menemukan jawabannya.

“Jadi, kita jangan mudah menyerah. Kita bisa tanya guru atau mencari sumber di internet. Nah, di internet cukup banyak informasinya,” ucapnya.

Di samping itu, Gerry juga meluangkan banyak waktu untuk belajar. Dia bercerita bahwa walaupun normal waktu belajar dimulai dari pukul 8.00 hingga 17.00, tetapi dia juga menambahkan waktu belajar dari pukul 5.00 sampai 7.00 untuk persiapan.

"Jadi istilahnya pemanasan ya dua jam ini," katanya.

Lalu, proses belajar tersebut juga berlanjut hingga setelah pulang sekolah, walaupun tidak sampai larut malam. “Saya lebih mengandalkan pagi daripada larut malam, soalnya kalau orang tuh kualitas otaknya di sore hari itu tidak sebagus waktu pagi,” katanya.

Persiapan tersebut dilakukannya setiap hari dan ketika mendekati lomba, Gerry menjadi lebih giat belajar. “Di hari H-1 (sehari sebelum lomba) itu saya belajar seharian di kamar,” ucapnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X