Ada Ular Masuk Rumah? Coba Lakukan Ini

Kompas.com - 13/05/2017, 19:08 WIB
Ular piton angola (Python anchietae) WikipediaUlar piton angola (Python anchietae)
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Bagi sebagian orang, mendengar atau bahkan melihat ular membuat perasaan tidak nyaman, apalagi ketika seekor ular masuk rumah.

Bagaimana cara agar rumah kita tidak didatangi oleh ular liar dari luar dan apa yang harus dilakukan jika ada ular masuk rumah?

Untuk mencegah agar ular tidak masuk rumah, Anda sebaiknya menjaga kebersihan di dalam dan sekitar rumah.

"Pastikan rumah bersih dan minimalisasi barang-barang yang menumpuk karena ini bisa membuat kondisi lembap yang biasanya disukai ular liar," ujar Tyas, salah satu anggota komunitas Sioux Ular Indonesia, di sela acara Indonesia Community Day 2017 di Yogyakarta, Sabtu (13/5/2017).

Pencegahan juga bisa dilakukan dengan menggunakan pewangi ruangan. Bau wewangian ruangan ini tidak disukai hewan melata tersebut sehingga ular keluar ruangan dengan sendirinya.

"Tutup pintu, kemudian setelah 10 menit buka pintunya lagi. Nantinya ular akan keluar dengan sendirinya karena bau dari pewangi ruangan," kata Tyas.

Sioux Ular Indonesia merupakan salah satu pengisi acara di Indonesia Community Day 2017, yang diselenggarakan atas kerja sama Kompasiana dan Tribun Jogja.

Acara ini digelar di Plaza Pasar Ngasem Yogyakarta dan menghadirkan 27 komunitas dari seluruh Indonesia.

Sioux Ular Indonesia aktif memberikan edukasi kepada masyarakat dan semua jenjang pendidikan, baik mahasiswa, SMA, SMP, SD, hingga balita, terkait penanganan ular. Prinsipnya jangan membunuh ular dan jangan memakan ular.

"Banyak juga warga yang menghubungi kami ketika ada ular masuk ke rumah mereka. Kami datangi rumahnya untuk diambil ularnya. Itu adalah salah satu bagian dari kegiatan kami," ujar Tyas.

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Ingatkan 3T dan Memakai Masker Tetap Prioritas

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Ingatkan 3T dan Memakai Masker Tetap Prioritas

Oh Begitu
Setelah Majene dan Sulawesi Utara, Gempa Guncang Laut Lampung

Setelah Majene dan Sulawesi Utara, Gempa Guncang Laut Lampung

Fenomena
Rekor Suhu Terpanas Bumi Tahun 2020 Lampaui 2016, Begini Analisis NASA

Rekor Suhu Terpanas Bumi Tahun 2020 Lampaui 2016, Begini Analisis NASA

Fenomena
Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Tegaskan Vaksin Barang Negara untuk Rakyat

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Tegaskan Vaksin Barang Negara untuk Rakyat

Oh Begitu
Bukan Hanya Anda, Badak Pun Sulit Menemukan Jodoh di Masa Pandemi Covid-19

Bukan Hanya Anda, Badak Pun Sulit Menemukan Jodoh di Masa Pandemi Covid-19

Fenomena
Gempa Majene Miskin Gempa Susulan, Begini Analisis BMKG

Gempa Majene Miskin Gempa Susulan, Begini Analisis BMKG

Fenomena
Ilmuwan Afrika Selatan Temukan Senyawa Kimia Pembunuh Parasit Malaria

Ilmuwan Afrika Selatan Temukan Senyawa Kimia Pembunuh Parasit Malaria

Oh Begitu
Kematian Covid-19 Tembus 2 Juta, Varian Baru Virus Corona bisa Perburuk Pandemi

Kematian Covid-19 Tembus 2 Juta, Varian Baru Virus Corona bisa Perburuk Pandemi

Fenomena
Gempa Majene Kembali Terjadi, BMKG Ungkap Sudah 32 Kali Susulan

Gempa Majene Kembali Terjadi, BMKG Ungkap Sudah 32 Kali Susulan

Oh Begitu
Gempa Hari Ini M 5,2 Guncang Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Hari Ini M 5,2 Guncang Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Fenomena
BMKG Ungkap Sejarah Gempa di Sulbar, Gempa Majene Sebelumnya Pernah Terjadi

BMKG Ungkap Sejarah Gempa di Sulbar, Gempa Majene Sebelumnya Pernah Terjadi

Fenomena
Spesies Baru Kelelawar Ditemukan di Afrika, Warna Bulunya Oranye

Spesies Baru Kelelawar Ditemukan di Afrika, Warna Bulunya Oranye

Fenomena
WHO: Tahun Kedua Pandemi Covid-19 Bisa Lebih Buruk, Ini Sebabnya

WHO: Tahun Kedua Pandemi Covid-19 Bisa Lebih Buruk, Ini Sebabnya

Kita
Bahaya Polusi Cahaya pada Kesehatan Manusia dan Lingkungan

Bahaya Polusi Cahaya pada Kesehatan Manusia dan Lingkungan

Oh Begitu
BMKG: Waspada Banjir dan Potensi Multi Bahaya Sepekan ke Depan, Ini Wilayahnya

BMKG: Waspada Banjir dan Potensi Multi Bahaya Sepekan ke Depan, Ini Wilayahnya

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X