Kompas.com - 12/05/2017, 07:15 WIB
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorYunanto Wiji Utomo

KOMPAS.com - Kegiatan South Sumatera-Bonn Challenge Asia Pasific Regional High Level Roudtable Meeting telah berakhir. Kegiatan tersebut ditutup dengan pertemuan yang dihadiri delegasi 27 negara yang diselenggarakan diselenggarakan di Griya Agung, Palembang, Rabu (10/4/2017).

Dalam pertemuan tersebut, didapat kesepakatan bahwa negara-negara yang menandatangi Bonn Challenge berkomitmen untuk memberikan bantuan secara berkelanjutan untuk Sumatera Selatan dalam upaya merestorasi (menanam kembali) lahan-lahan gambut yang rusak di wilayah tersebut.

Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin mengatakan, Sumatera Selatan tadinya mengatakan ada sekitar 736 ribu hektar areal hutan dan lahan di Sumsel yang terbakar pada 2015. Oleh karena itu, ia menyebut diperlukan upaya pemulihan dengan bantuan dari negara-negara lain.

"Jadi bentuk bantuannya restorasi lahan, kita bukan nerima uang tapi dalam program," kata Alex.

Alex mengatakan, dari hasil pertemuan itu didapatkan hasil bahwa lahan di Sumsel akan direstorasi di 11 lokasi. Kesebelas lokasi tersebut adalah sembilan lahan gambut yang tersebar di Sumsel dan dua lainnya di daerah pegunungan yakni daerah Pagaralam dan Semendo.

"Dari sembilan yang dipresentasikan, ada lima yang luar biasa kita terima jadi dan kita ikut di situ jadi belajar ada ahli teknologi," ujar Alex.

Di forum Bonn Challenge, Pemerintah Sumsel mengusulkan pendirian lembaga pendanaan berkelanjutan. Keberadannya diharaokan bisa mendukung rencana pembangunan strategis provinsi terkait mata pencarian dan kesejahteraan rakyat, perubahan iklim, jasa lingkungan, perlindungan keanekaragaman hayati, dan konservasi ekosistem.

"Kita berharap Bonn Challenge menjadi potensi memulai networking, membangun kolaborasi, dan mengembangkan kesempatan untuk mendukung komitmen Sumsel dalam mencapai pertumbuhan hijau," pungkas Alex.

Kegiatan South Sumatera-Bonn Challenge Asia Pasific Regional High Level Roudtable Meeting di Sumatera Selatan berlangsung sejak Selasa (9/5/2017).

Pada hari pertama, dilakukan kegiatan restorasi atau penanaman kembali area lahan gambut seluas 20 hektar di Desa Sepucuk, Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir. Lahan yang ditanam diketahui adalah lahan yang beberapa tahun lalu sempat terbakar dan menyebabkan musnahnya seluruh jenis tanamam yang ada di area tersebut.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.