Kompas.com - 11/05/2017, 20:06 WIB
|
EditorShierine Wangsa Wibawa

KOMPAS.com -- Pantai Afrika Selatan menjadi saksi bisu dari kejadian mengerikan pada minggu lalu. Selama tiga hari berturut-turut sejak tanggal 3 Mei 2017, para peneliti menemukan tiga mayat hiu putih terdampar di provinsi Cape Barat, Afrika Selatan.

Mereka pun melakukan otopsi kepada tiga mayat hiu tersebut dan menemukan bahwa hati dari ketiganya hilang. Berdasarkan analisa, para peneliti menetapkan paus pembunuh atau orca sebagai pelakunya.

Kini, para peneliti, termasuk biologis Alison Towner dari Dyer Island Conservation Trust Afrika Selatan, merasa khawatir bila hiu-hiu memutuskan untuk menjauhi perairan tersebut akibat kejadian ini.

(Baca juga: Mayat Wanita Abad ke-14 Ditemukan Melahirkan dalam Kubur)

Andrew Nosal, Assistant Professor untuk ilmu biologi di Saint Katherine College, San Marcos California, berkata bahwa walaupun orca tidak biasanya memburu hiu putih, tetapi kejadian ini bukan kali pertama.

Kedua mahluk tersebut memang hidup di pantai barat Afrika Selatan di mana samudra Atlantik dan Pasifik bertemu. Lalu, walaupun Nosal tidak pernah menemukan orca yang menyerang hiu di area tersebut, dia sudah pernah mendengar kejadian serupa di daerah lain seperti Australia, Kepulauan Farralon, dan San Fransisco, Amerika Serikat.

Chris Lowe, ketua Shark Lab di California State University juga berkata bahwa orca memang dikenal suka memburu dan memakan hati dari hiu broadnose sevengill (Notorynchus cepedianus) di pantai California.

Nosal lalu berkata bahwa perilaku memburu hati atau organ hiu telah diamati pada berbagai mamalia kelautan. Singa laut, misalnya, secara rutin membunuh hiu leopard di pantai california untuk memakan organ dalam dan membiarkan sisanya terbawa arus.

(Baca juga: Terungkap, Cara Air Terjun Darah Keluar dari Penjaranya)

Sebenarnya, apa yang membuat hati hiu begitu menggiurkan untuk hewan lainnya?

Walaupun tidak bisa menjawab pertanyaan tersebut, Nosal berkata bahwa hiu memiliki hati yang luar biasa besar dan berisi lemak agar hiu dapat mengapung.

“Ikan yang memiliki banyak tulang juga punya kandung kemih khusus yang mereka isi dengan gas untuk berenang. Hiu tidak punya kandung kemih tersebut, tetapi mereka punya hati yang sangat besar,” ujarnya.

Selain berisi lemak, hati hiu juga kaya akan energi dan nutrisi sehingga Nosal pun berkata bahwa salah satu alasannya bisa jadi karena orca memiliki metabolisme yang sangat tinggi dan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tersebut, mereka memilih untuk makan hati hiu yang kaya lemak.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.