Lapisan Anti-karat Bukan Obat tapi Pencegahan - Kompas.com

Lapisan Anti-karat Bukan Obat tapi Pencegahan

Kompas.com - 06/05/2017, 20:05 WIB
Febri Ardani Karat ada di semua tempat.

Jakarta, Otomania.com – Produk anti-karat aftermarket gunanya sebagai proteksi tambahan kendati setiap mobil sudah punya lapisan anti-karat dari pabrik. Penting juga diketahui buat pemilik mobil, lapisan anti-karat aftermarket cara kerjanya sebagai tindakan pencegahan bukan untuk pengobatan.

Itulah sebabnya pebisnis anti-karat aftermarket menyarankan pemakaian sejak mobil dalam kondisi baru. Salah satu pemainnya, PT Terang Parts Indonesia sebagai distributor merek lapisan anti-karat Protera, menjelaskan, karat sudah bisa timbul pada mobil baru sebelum berusia satu tahun.

“Dari baru lebih oke, pada prinsipnya anti-karat lebih baik mencegah, karena kalau sudah terjadi karat, sudah telat,” kata Hendrik Susilo Manajer Pemasaran Protera di Indonesia International Motor Show (IIMS), Sabtu (6/5/2017).

Menurut Hendrik, perbaikan karat pada mobil butuh biaya lebih besar dan sulit dilakukan. “Karat itu kalau sudah ada di satu tempat, walaupun sudah dibersihkan atau diganti pelatnya, masih bisa timbul di tempat lain. Lebih baik divaksin anti-karat,” katanya.

Pada mobil bekas, lapisan anti-karat bukannya jadi tidak berguna tapi khasiatnya berkurang. Saat aplikasi Protera pada mobil bekas, Hendrik menjelaskan, pihaknya akan membersihkan karat yang ada lebih dulu, setelah itu perlindungan baru bisa diaplikasikan.

“Bisa (buat mobil bekas), tapi kami tidak bisa menjamin, karena karat bisa pindah, Bukannya kami tidak bisa mematikan karat, bisa saja, tapi kita tidak akan tahu karat di bagian lain,” kata Hendrik.

Jaminan Protera buat mobil baru, tidak akan ada karat selama 5 tahun. Sedangkan untuk mobil bekas selama tiga tahun. Aplikasi pelapis anti-karat diterapkan pada bagian kolong mobil, dalam pintu, dan bagasi. 


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorAzwar Ferdian

Close Ads X