Kompas.com - 05/05/2017, 16:08 WIB
Kandungan buatan bernama Biobag ini diciptakan untuk janin yang terlahir prematur. Kandungan buatan bernama Biobag ini diciptakan untuk janin yang terlahir prematur.
|
EditorShierine Wangsa Wibawa

Cairan ini mirip dengan cairan amniotik di dalam uterus dan bergerak keluar masuk dari kantung untuk membersihkan Biobag, melindungi janin dari bakteria, dan menjaga agar paru-paru janin tetap berisi cairan.

Lalu, untuk mensimulasikan sistem sirkulasi darah yang menghubungkan ibu dengan janin dan menukar karbon dioksida menjadi oksigen, Flake dan koleganya menciptakan sebuah sistem sirkulasi buatan tanpa pompa.

Hal ini karena darah perlu mengalir dengan tekanan yang cukup, tetapi pompa buatan dapat merusak jantung bayi.

Mereka pun menghubungkan tali pusar janin dengan sistem sirkulasi buatan dan membiarkan detak jantung janin memompa sirkulasinya.

(Baca juga: Pertama Kali, Ilmuwan Ciptakan Embrio Campuran Babi dan Manusia)

Sejauh ini, Flake dan koleganya telah mengujicobakan Biobag pada delapan anak domba yang terlahir setelah 105 hingga 120 hari dalam kandungan (seperti janin manusia yang lahir pada minggu ke-22 dan 24) selama empat minggu.

Setelah empat minggu, kedelapan anak domba dipindahkan ke ventilasi mekanis biasa seperti bayi prematur pada umumnya. Mereka memiliki tingkat kesehatan yang sama dengan bayi domba berusia sama yang terlahir melalui proses cesarian section.

Kemudian, ketika salah satu anak domba yang telah bisa bernafas sendiri disuntik mati dan diotopsi, para peneliti menemukan bahwa paru-paru dan jantung, kedua organ yang biasanya terganggu akibat kelahiran prematur, berfungsi layaknya janin domba yang terlahir normal.

Kini, para peneliti berniat untuk mengujicobakan Biobag pada janin manusia, tentunya setelah riset lebih jauh telah dilakukan untuk memastikan keamanannya.

“Aku rasa cukup realistis untuk memperkirakan bahwa uji coba pertama pada manusia dapat dilakukan tiga tahun lagi,” kata Flake.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber The Verge
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.