Peneliti Temukan Ratusan Ton Sampah Plastik di Lautan Arktik

Kompas.com - 03/05/2017, 17:05 WIB
Kepulauan Arktik Huffington PostKepulauan Arktik
|
EditorShierine Wangsa Wibawa

KOMPAS.com -- Pada saat ini, jumlah sampah yang mengapung dan tenggelam di lautan telah mengancam ekosistem. Sebuah studi pada tahun 2015 bahkan memperkirakan bahwa sekitar lima hingga 13 juta ton sampah plastik dibuang ke lautan pada tahun 2010.

Namun, sebuah studi baru mengungkapkan bahwa sampah-sampah tersebut telah terbawa arus dan mengotori lautan Arktik.

Dilaporkan dalam jurnal Science Advances, ekspedisi Tara Oceans yang mengitari kutub utara pada tahun 2013 menemukan ratusan ton sampah plastik di area tersebut.

Berdasarkan pengamatan, sekitar sepertiga dari 42 sampel tidak memiliki sampah sama sekali. Namun, di sisi lain, sebanyak 100 hingga 1200 ton telah terakumulasi di lautan Greenland dan Barents.

“Walaupun sebagian besar dari Arktik baik-baik saja, ada satu titik, satu area yang sangat-sangat kotor,” ujar penulis studi tersebut, Erik van Sebille yang berada di Imperial College London ketika penelitian ini dimulai dan kini di University of Utrecht.

Walaupun tumpukan sampah baru ini hanya mencakup sekitar tiga persen dari seluruh sampah di lautan, tetapi Andrés Cózar dari University of Cadiz, Spanyol, yang turut menulis penelitian ini berkata bahwa penemuan ini sangat mengejutkan.

“Kita tidak menyangka akan menemukan jumlah plastik sebanyak itu di sana, sebuah area yang jauh dari populasi manusia dan sumber polusi plastik,” ucapnya.

Para peneliti bahkan berkata bahwa kepadatan sampah plastik di area tersebut hampir menyamai perairan yang dekat dengan ekuator. “Mungkin masih ada lebih banyak plastik di dasar lautan,” tulis mereka dalam studi tersebut.

Lalu, berdasarkan pengamatan, fragmen-fragmen tersebut diperkirakan berasal dari pantai timur Amerika Serikat dan Eropa sebelum terbawa arus laut ke arah utara.

Frakmen plastik di lautan Arktik



Sumber The Verge
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Ingatkan 3T dan Memakai Masker Tetap Prioritas

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Ingatkan 3T dan Memakai Masker Tetap Prioritas

Oh Begitu
Setelah Majene dan Sulawesi Utara, Gempa Guncang Laut Lampung

Setelah Majene dan Sulawesi Utara, Gempa Guncang Laut Lampung

Fenomena
Rekor Suhu Terpanas Bumi Tahun 2020 Lampaui 2016, Begini Analisis NASA

Rekor Suhu Terpanas Bumi Tahun 2020 Lampaui 2016, Begini Analisis NASA

Fenomena
Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Tegaskan Vaksin Barang Negara untuk Rakyat

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Tegaskan Vaksin Barang Negara untuk Rakyat

Oh Begitu
Bukan Hanya Anda, Badak Pun Sulit Menemukan Jodoh di Masa Pandemi Covid-19

Bukan Hanya Anda, Badak Pun Sulit Menemukan Jodoh di Masa Pandemi Covid-19

Fenomena
Gempa Majene Miskin Gempa Susulan, Begini Analisis BMKG

Gempa Majene Miskin Gempa Susulan, Begini Analisis BMKG

Fenomena
Ilmuwan Afrika Selatan Temukan Senyawa Kimia Pembunuh Parasit Malaria

Ilmuwan Afrika Selatan Temukan Senyawa Kimia Pembunuh Parasit Malaria

Oh Begitu
Kematian Covid-19 Tembus 2 Juta, Varian Baru Virus Corona bisa Perburuk Pandemi

Kematian Covid-19 Tembus 2 Juta, Varian Baru Virus Corona bisa Perburuk Pandemi

Fenomena
Gempa Majene Kembali Terjadi, BMKG Ungkap Sudah 32 Kali Susulan

Gempa Majene Kembali Terjadi, BMKG Ungkap Sudah 32 Kali Susulan

Oh Begitu
Gempa Hari Ini M 5,2 Guncang Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Hari Ini M 5,2 Guncang Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Fenomena
BMKG Ungkap Sejarah Gempa di Sulbar, Gempa Majene Sebelumnya Pernah Terjadi

BMKG Ungkap Sejarah Gempa di Sulbar, Gempa Majene Sebelumnya Pernah Terjadi

Fenomena
Spesies Baru Kelelawar Ditemukan di Afrika, Warna Bulunya Oranye

Spesies Baru Kelelawar Ditemukan di Afrika, Warna Bulunya Oranye

Fenomena
WHO: Tahun Kedua Pandemi Covid-19 Bisa Lebih Buruk, Ini Sebabnya

WHO: Tahun Kedua Pandemi Covid-19 Bisa Lebih Buruk, Ini Sebabnya

Kita
Bahaya Polusi Cahaya pada Kesehatan Manusia dan Lingkungan

Bahaya Polusi Cahaya pada Kesehatan Manusia dan Lingkungan

Oh Begitu
BMKG: Waspada Banjir dan Potensi Multi Bahaya Sepekan ke Depan, Ini Wilayahnya

BMKG: Waspada Banjir dan Potensi Multi Bahaya Sepekan ke Depan, Ini Wilayahnya

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X