Ulat Ini Berpotensi Selamatkan Dunia dari Ancaman Terbesar, Kok Bisa?

Kompas.com - 25/04/2017, 21:58 WIB
Ulat pemakan plastik jenis Galleria mellonella CÉSAR HERNÁNDEZ/CSIC Ulat pemakan plastik jenis Galleria mellonella
|
EditorYunanto Wiji Utomo

KOMPAS.com - Ulat jenis Galleria mellonella berpotensi membebaskan manusia dari ancaman plastik. Mengapa?

Riset yang dilakukan oleh ilmuwan di Universitas Cambridge mengungkap, ulat yang memakan lilin lebah itu juga bisa mengurai plastik.

"Ulat ini akan menjadi permulaan," kata Paolo Bombelli dari Universitas Camdridge yang melakukan riset.

"Kami perlu memahami detailnya dan proses berlangsungnya (degradasi plastik). Kami berharap bisa memberi solusi teknis untuk mengatasi masalah plastik," imbuhnya seperti dikutip BBC, Selasa (25/4/2017).

Kalau terukti efektif, ulat itu bakal membantu mengatasi 80 juta ton plastik yang dihasilkan manusia per tahun.

Baca Juga: Senang Makan Plastik, Bakteri Ini Akan Jadi "Pahlawan Lingkungan" Dunia

Bombelli dan rekannya, Federica Bertocchini dari Spanish National Research Council telah mematenkan penemuan kemampuan ulat itu.

Saat ini, mereka berlomba dengan waktu mengungkap rahasia di balik kemampuan ulat mengurai plastik.

Keduanya menduga, rahasia itu adalah populasi bakteri dalam perut ulat. Bakteri itulah yang sebenarnya bisa mengurai plastik. Namun, itu masih perlu dibuktikan.

"Kami berencana mengimplementasikan dengan cara sepraktis mungkin untuk menghilangkan sampah plastik, mencari solusi menyelamatkan laut, sungai, dan seluruh lingkungan dari konsekuensi tak terhindarkan akibat akumulasi plastik," ungkap Bertocchini.

"Namun, kita tetap tak bisa membuang polietilen ke lingkungan seenaknya hanya karena kita tahu cara mengurainya," imbuhnya.

Baca Juga: Laut Jadi Kolam Raksasa Sampah



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Ingatkan 3T dan Memakai Masker Tetap Prioritas

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Ingatkan 3T dan Memakai Masker Tetap Prioritas

Oh Begitu
Setelah Majene dan Sulawesi Utara, Gempa Guncang Laut Lampung

Setelah Majene dan Sulawesi Utara, Gempa Guncang Laut Lampung

Fenomena
Rekor Suhu Terpanas Bumi Tahun 2020 Lampaui 2016, Begini Analisis NASA

Rekor Suhu Terpanas Bumi Tahun 2020 Lampaui 2016, Begini Analisis NASA

Fenomena
Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Tegaskan Vaksin Barang Negara untuk Rakyat

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Tegaskan Vaksin Barang Negara untuk Rakyat

Oh Begitu
Bukan Hanya Anda, Badak Pun Sulit Menemukan Jodoh di Masa Pandemi Covid-19

Bukan Hanya Anda, Badak Pun Sulit Menemukan Jodoh di Masa Pandemi Covid-19

Fenomena
Gempa Majene Miskin Gempa Susulan, Begini Analisis BMKG

Gempa Majene Miskin Gempa Susulan, Begini Analisis BMKG

Fenomena
Ilmuwan Afrika Selatan Temukan Senyawa Kimia Pembunuh Parasit Malaria

Ilmuwan Afrika Selatan Temukan Senyawa Kimia Pembunuh Parasit Malaria

Oh Begitu
Kematian Covid-19 Tembus 2 Juta, Varian Baru Virus Corona bisa Perburuk Pandemi

Kematian Covid-19 Tembus 2 Juta, Varian Baru Virus Corona bisa Perburuk Pandemi

Fenomena
Gempa Majene Kembali Terjadi, BMKG Ungkap Sudah 32 Kali Susulan

Gempa Majene Kembali Terjadi, BMKG Ungkap Sudah 32 Kali Susulan

Oh Begitu
Gempa Hari Ini M 5,2 Guncang Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Hari Ini M 5,2 Guncang Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Fenomena
BMKG Ungkap Sejarah Gempa di Sulbar, Gempa Majene Sebelumnya Pernah Terjadi

BMKG Ungkap Sejarah Gempa di Sulbar, Gempa Majene Sebelumnya Pernah Terjadi

Fenomena
Spesies Baru Kelelawar Ditemukan di Afrika, Warna Bulunya Oranye

Spesies Baru Kelelawar Ditemukan di Afrika, Warna Bulunya Oranye

Fenomena
WHO: Tahun Kedua Pandemi Covid-19 Bisa Lebih Buruk, Ini Sebabnya

WHO: Tahun Kedua Pandemi Covid-19 Bisa Lebih Buruk, Ini Sebabnya

Kita
Bahaya Polusi Cahaya pada Kesehatan Manusia dan Lingkungan

Bahaya Polusi Cahaya pada Kesehatan Manusia dan Lingkungan

Oh Begitu
BMKG: Waspada Banjir dan Potensi Multi Bahaya Sepekan ke Depan, Ini Wilayahnya

BMKG: Waspada Banjir dan Potensi Multi Bahaya Sepekan ke Depan, Ini Wilayahnya

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X