Kompas.com - 12/04/2017, 09:00 WIB
|
EditorYunanto Wiji Utomo

Penanggulangan

Acid Trust Survivor mencatat, dalam setahun, kasus siraman air keras bisa lebih dari 1.500. India dan Bangladesh sebagai negara dengan kasus tertinggi sudah menyusun langkah untuk menanggulanginya. Ada hukuman khusus dan aturan pembelian air keras.

Diberitakan Slate, 4 Februari 2013, India melakukan amademen sehingga ada pasal khusus yang menyebutkan hukuman pada pelaku penyiraman air keras. Ini memungkinkan pelaku dikenakan pasal berlapis dengan hukuman bisa lebih dari 10 tahun.

Laporan Avon Global Center for Women and Justice di Cornell University mengungkap, Bangladesh membuat Acid Crime Control Act (ACCA) dan aturan hukuman mati untuk pelaku penyiraman air keras pada tahun 2002.

Menurut aturan tersebut, besarnya hukuman ditetapkan bagian yang terdampak air keras. Bila siraman mengakibatkan kebutaan hingga kerusakan organ seksual, hukumannya bisa mati. Bila tak mengakibatkan kerugian fatal pun, hukumannya bisa 3-7 tahun. Dengan aturan itu pun, penyiraman air keras ternyata masih berlangsung.

Pendekatan lain yang dilakukan adalah pengaturan penjualan dan pembelian bahan kimia. Salah satu sebab akir keras banyak digunakan untuk menyerang orang adalah karena harganya yang murah dan gampang dijangkau.

Di Indonesia, banyak bahan bahan kimia berpotensi berbahaya dan beracun dijual bebas. Air Raksa pun bisa dibeli bebas dan dimanfaatkan untuk menambang emas. Demikian juga dengan air keras yang mudah diakses.

Kasus Novel Baswedan yang berlatar belakang politik dan sejumlah kasus lain yang penyebabnya remeh temeh mungkin bisa jadi awal untuk memikirkan pengaturan dan pengawasan penjualan air keras dan bahan kimia lainnya. Aturan kerap ada tetapi tanpa pengawasan akan tetap banyak bahan berbahaya yang diperjualbelikan bebas.

 


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.