Makanan Bergizi Bukan Hanya Bubur Kacang Hijau!

Kompas.com - 03/04/2017, 09:05 WIB
Kacang-kacangan ShutterstockKacang-kacangan
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Belakangan ini saya lebih banyak kembali masuk ke komunitas gizi bermasalah, yang setelah diusut teryata duduk perkaranya menjadi amat sangat rumit. Mulai dari ‘mind set’ – meminjam istilah Bu Menkes – hingga berbagai peraturan, kebijakan, dan kompetensi.

Yang perlu dibenahi bukan hanya di pihak rakyat jelata yang selama ini dianggap abai dengan masalah gizi, tapi justru orang-orang yang diandaikan ‘lebih tahu tentang gizi’ dan yang menarik lagi : mereka yang ‘punya kepentingan di area gizi’.

Gerakan Masyarakat Hidup Sehat, yang disebut “Germas” sebenarnya tidak perlu ada andai saja sejak duduk di bangku kuliah para ahli gizi, dokter dan mereka yang pandai-pandai di bidang kesehatan dididik tentang manfaat sayur dan buah yang sesungguhnya.

Tentang mengapa tubuh ini kodratnya mesti bergerak. Tentang mengapa sebelum sakit, tubuh dibekali kokpit yang jauh lebih canggih ketimbang pesawat udara buatan negri adidaya.

Sayangnya, makan sayur dan buah, olah raga dan melakukan pengecekan kesehatan rutin akhirnya tinggal sebatas jargon. Yang mesti dideklarasikan, disosialisasikan, dicanangkan hingga butuh tanda tangan para pejabat daerah, tapi rakyat tetap melongo.

Meningkatkan asupan sayur dan buah sama sekali tak ada artinya jika aspek konsumsi lain yang merusak tidak ikut digusur. Contohnya pemakaian minyak goreng setiap kali memasak.

Sebutlah asupan rafinasi mulai dari berbagai jenis roti (yang disusupi beberapa lembar sayur) dan mi instan dibubuhi beberapa helai sawi yang akhirnya nampak seperti prosesi makan yang seremonial saja.

Lah, kalau begitu, apakah untuk hidup lebih sehat harus mengorbankan industri yang selama ini memberi begitu banyak pemasukan negara dan lapangan pekerjaan?

Bisa ya bisa tidak. Dikatakan ya, karena selama ini memang kita sudah kebablasan dalam banyak hal. Sebut saja pangan industri mengubah mind set pola asuh anak. Ibu tidak lagi sudi membuat bubur saring apalagi ‘susah payah’ meracik makanan sesuai kebutuhan balitanya – dengan konsep gizi seimbang.

Cukup membuka kardus berisi bubuk makanan bayi dan menyeduh dengan air panas yang juga keluar dari dispenser. Tak perlu menimba air dan merebusnya.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengenal 2 Ilmuwan Peraih L'Oreal-UNESCO for Women in Science 2020

Mengenal 2 Ilmuwan Peraih L'Oreal-UNESCO for Women in Science 2020

Kita
Data Uji Klinis 1 Bulan Tunjukkan Vaksin Covid-19 Sinovac 'Aman'

Data Uji Klinis 1 Bulan Tunjukkan Vaksin Covid-19 Sinovac "Aman"

Fenomena
BMKG: Waspada Potensi Cuaca Ekstrem 2 Hari Ini, Berikut Daftar Wilayahnya

BMKG: Waspada Potensi Cuaca Ekstrem 2 Hari Ini, Berikut Daftar Wilayahnya

Fenomena
Kasus Covid-19 Global Tembus 60 Juta, Bagaimana Islandia Kendalikan Virus Corona dengan Sains?

Kasus Covid-19 Global Tembus 60 Juta, Bagaimana Islandia Kendalikan Virus Corona dengan Sains?

Fenomena
Jaga Imunitas, 5 Suplemen dan Vitamin untuk Ibu Hamil di Masa Covid-19

Jaga Imunitas, 5 Suplemen dan Vitamin untuk Ibu Hamil di Masa Covid-19

Oh Begitu
2 Buku Teori Evolusi Charles Darwin Hilang dari Perpustakaan Cambridge

2 Buku Teori Evolusi Charles Darwin Hilang dari Perpustakaan Cambridge

Oh Begitu
Langka, Ahli Temukan Burung Era Dinosaurus dengan Paruh Mirip Sabit

Langka, Ahli Temukan Burung Era Dinosaurus dengan Paruh Mirip Sabit

Oh Begitu
Jokowi Minta Libur Akhir Tahun Dikurangi, Epidemiolog Sarankan Ini

Jokowi Minta Libur Akhir Tahun Dikurangi, Epidemiolog Sarankan Ini

Oh Begitu
Evolusi Virus Bisa Gagalkan Vaksin Covid-19, Ini Cara Menghentikannya

Evolusi Virus Bisa Gagalkan Vaksin Covid-19, Ini Cara Menghentikannya

Oh Begitu
Masih Sepupu Manusia, Ditemukan Kerangka Manusia Purba Berusia 2 Juta Tahun

Masih Sepupu Manusia, Ditemukan Kerangka Manusia Purba Berusia 2 Juta Tahun

Fenomena
Gejala Kanker Mulut Mirip Sariawan, Begini Cara Mencegahnya

Gejala Kanker Mulut Mirip Sariawan, Begini Cara Mencegahnya

Kita
Lonjakan Kasus Covid-19 Diprediksi Tinggi, Ini Strategi Hadapi Rumah Sakit Penuh

Lonjakan Kasus Covid-19 Diprediksi Tinggi, Ini Strategi Hadapi Rumah Sakit Penuh

Oh Begitu
Mitos atau Fakta: Seledri Tingkatkan Kesehatan Seksual Pria

Mitos atau Fakta: Seledri Tingkatkan Kesehatan Seksual Pria

Kita
Studi Baru: Mutasi Tak Membuat Virus Corona Menyebar Lebih Cepat

Studi Baru: Mutasi Tak Membuat Virus Corona Menyebar Lebih Cepat

Oh Begitu
Kenali Gejala Infeksi Menular Seksual, dari Gatal hingga Muncul Tumor

Kenali Gejala Infeksi Menular Seksual, dari Gatal hingga Muncul Tumor

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X