Pakar Tanaman Mariyuana Ini Justru Tak Pernah Isap Ganja

Kompas.com - 31/03/2017, 11:24 WIB
Prof Raphael Machoulam, pelopor bidang penelitian obat dari tanaman ganja. hightime.comProf Raphael Machoulam, pelopor bidang penelitian obat dari tanaman ganja.
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Raphael Machoulam, profesor yang dianggap sebagai pelopor di bidang riset mariyuana medis mengungkapkan ia justru tak pernah menghisap ganja.

Machoulam (86), profesor dari Universitas Hebrew di Israel, mulai meneliti ganja di tahun 1960-an. Ia menemukan zat psikoaktif dari tanaman ini, yakni tetrahydrocannabinol (THC) dan cannabidiol (CBD).

Kedua zat aktif itu sekarang ini diteliti lebih mendalam oleh para ilmuwan sebagai kandidat obat-obatan baru di bidang kanker, nyeri, dan penyakit peradangan.

Machoulam mengatakan ia tidak tahu bahwa sebenarnya melakukan pelanggaran hukum ketika polisi memberinya ganja untuk dipakai dalam penelitiannya. Di kemudian hari ia juga mendapatkan sampel dari Menteri Kesehatan Israel.

"Saya justru tidak pernah memakainya. Saya dan tim mendapatkan suplai ganja secara legal, jadi jika kami memakainya untuk tujuan non-saintifik, maka kalau ketahuan izin riset kami bisa dicabut," katanya.

Dari hasil penelitiannya, ia juga berhasil mengidentifikasi sistem otak endocannabinoid atau resepstor di otak yang berperan pada mood, memori, dan sensasi nyeri.

(Baca juga: Sejarah Penggunaan Ganja dalam Pengobatan)

Reseptor tersebut juga akan merespon pada zat-zat dalam tanaman ganja. Ini bisa menjelaskan mengapa pengguna ganja mengalami sensasi "tinggi".

Di awal tahun 1960-an, merokok ganja bukan hal yang umum di Amerika Serikat dan National Institute of Health (NIH) menolak memberikan beasiswa kepada Mechoulam untuk meneliti tanaman ganja secara khusus.

Setelah era hippie lahir di akhir tahun 1960-an, penggunaan mariyuana pun meluas. Perwakilan NIH kemudian terbang ke Israel untuk mengetahui lebih dalam hasil kerja Mechoulam.

"Pada saat itu kami mengisolasi komponen utama pada tanaman ganja, THC, dalam bentuk murni," katanya dalam wawancara dengan majalah Culture.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X