Kompas.com - 30/03/2017, 08:00 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Wanita yang memiliki karier dan pendidikan yang baik, seperti halnya kaum hawa di negara maju, cenderung menunda kehamilannya. Sepertinya hal itu bermanfaat untuk kesejahteraan bayinya.

Selama ini sisi negatif dari memiliki bayi di usia matang lebih banyak disorot, misalnya bahayanya pada kesehatan ibu dan bayi. Menunda kehamilan dianggap bisa mengurangi kesuburan dan menyebabkan komplikasi pada bayi yang dikandung.

Bila dilihat dari sisi kesejahteraan mental ibu dan bayi, ternyata kehamilan di usia matang justru memiliki banyak sisi positif.

Menurut penelitian terhadap 5.000 ibu di Denmark, diketahui ibu yang berusia matang lebih jarang berteriak memarahi anaknya dan juga memberikan hukuman fisik.

Selain itu, bayi yang lahir dari ibu berusia matang juga lebih rendah kemungkinannya mengalami masalah perilaku dan sosial.

"Saat menghitung konsekuensi dari kehamilan di usia matang, penting untuk mempertimbangkan pro dan kontra dalam hal fisik dan psikis," kata Dion Sommer, psikolog yang melakukan penelitian ini.

Dalam penelitiannya, Sommer dan timnya melacak para ibu saat anaknya berusia 7,11, dan 15 tahun. Hasilnya, para ibu yang ketika hamil berusia matang lebih jarang menggunakan hukuman fisik untuk mendisiplinkan anaknya.

Hal itu kemungkinan karena para ibu tersebut secara umum lebih berpendidikan dan memiliki keuangan lebih stabil. Mereka juga biasanya sudah memiliki hubungan yang stabil dengan suaminya. Usia yang matang juga bisa menandakan kedewasaan psikologi.

"Seiring dengan bertambahnya usia, kita akan semakin fleksibel secara mental, lebih toleran pada orang lain, dan lebih matang secara emosional," kata Sommer.

Penelitian serupa di tahun 2012 dan dimuat dalam British Medical Journal juga menemukan, ibu berusia matang cenderung memiliki anak yang sehat.

Para ibu yang baru hamil di usia matang tersebut juga sangat menikmati perubahan tubuh dan emosionalnya selama kehamilan.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peneliti PRBM Eijkman Sebut Riset Vaksin Merah Putih Masih Berjalan untuk Segera Diproduksi

Peneliti PRBM Eijkman Sebut Riset Vaksin Merah Putih Masih Berjalan untuk Segera Diproduksi

Oh Begitu
Gejala Omicron pada Anak yang Perlu Anda Waspadai

Gejala Omicron pada Anak yang Perlu Anda Waspadai

Kita
Hujan Es Melanda Bogor dan Tasikmalaya, Begini Proses hingga Dampaknya

Hujan Es Melanda Bogor dan Tasikmalaya, Begini Proses hingga Dampaknya

Oh Begitu
Belajar dari Kakek Tewas akibat Diteriaki Maling, Dibutuhkan 2 Hal Ini untuk Mencegah Perilaku Main Hakim Sendiri

Belajar dari Kakek Tewas akibat Diteriaki Maling, Dibutuhkan 2 Hal Ini untuk Mencegah Perilaku Main Hakim Sendiri

Kita
Hujan Es di Bogor dan Tasikmalaya, BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem hingga Besok

Hujan Es di Bogor dan Tasikmalaya, BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem hingga Besok

Fenomena
Booster 89 Persen Ampuh Cegah Rawat Inap akibat Omicron, Ini Penjelasan Ahli

Booster 89 Persen Ampuh Cegah Rawat Inap akibat Omicron, Ini Penjelasan Ahli

Oh Begitu
Resistensi Antimikroba Penyebab Utama Kematian Global Tahun 2019, Studi Jelaskan

Resistensi Antimikroba Penyebab Utama Kematian Global Tahun 2019, Studi Jelaskan

Kita
BMKG: Peringatan Dini Gelombang Sangat Tinggi Bisa Capai 6 Meter

BMKG: Peringatan Dini Gelombang Sangat Tinggi Bisa Capai 6 Meter

Fenomena
Kabar Baik, Studi CDC Ungkap Vaksin Covid-19 Ampuh Cegah Rawat Inap akibat Omicron

Kabar Baik, Studi CDC Ungkap Vaksin Covid-19 Ampuh Cegah Rawat Inap akibat Omicron

Oh Begitu
Misteri Temuan Mumi Hamil, Bagaimana Janinnya Bisa Ikut Terawetkan?

Misteri Temuan Mumi Hamil, Bagaimana Janinnya Bisa Ikut Terawetkan?

Oh Begitu
Ilmuwan Berencana Hidupkan Mammoth Enam Tahun Lagi, Mungkinkah Terjadi?

Ilmuwan Berencana Hidupkan Mammoth Enam Tahun Lagi, Mungkinkah Terjadi?

Oh Begitu
Teleskop Luar Angkasa James Webb Berhasil Mengorbit Dekat Matahari

Teleskop Luar Angkasa James Webb Berhasil Mengorbit Dekat Matahari

Fenomena
Dahsyatnya Letusan Gunung Bawah Laut Tonga Sebabkan Atmosfer Bumi Bergetar

Dahsyatnya Letusan Gunung Bawah Laut Tonga Sebabkan Atmosfer Bumi Bergetar

Fenomena
Cegah Kebakaran Hutan, Peneliti UGM Bikin Pesawat Tanpa Awak untuk Deteksi Dini Api

Cegah Kebakaran Hutan, Peneliti UGM Bikin Pesawat Tanpa Awak untuk Deteksi Dini Api

Fenomena
Getaran Gempa Banten di Jakarta Terdeteksi sampai Gedung Lantai 12, Ini Analisis BMKG

Getaran Gempa Banten di Jakarta Terdeteksi sampai Gedung Lantai 12, Ini Analisis BMKG

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.