Kompas.com - 18/03/2017, 16:00 WIB
Selena Gomez beraksi dalam konser bertajuk Revival Tour di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (23/07/2016). Dia menyanyikan sebanyak 21 lagu untuk menghibur para Selenator (fans Selena Gomez). KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELISelena Gomez beraksi dalam konser bertajuk Revival Tour di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (23/07/2016). Dia menyanyikan sebanyak 21 lagu untuk menghibur para Selenator (fans Selena Gomez).

KOMPAS.com - Penyanyi Selena Gomez dalam wawancara dengan sebuah majalah mengatakna sedang istirahat dari gemerlap dunia hiburan dan berfokus pada kesehatan psikologinya. Saat ini ia menjalani terapi kesehatan mental lima hari dalam seminggu.

Mantan kekasih Justin Bieber yang pada 2015 lalu didiagnosa kena lupus itu secara khusus menyebut Dialectical Behavioral Therapy (DBT) untuk membantu dirinya mengatasi depresi dan kecemasan.

Terapi itu berbentuk terapi bicara yang mengajarkan pasien untuk "menerima" pemikiran tak nyaman agar lebih mudah mengubahnya. Praktik itu pun mengutamakan meditasi dan teknik pernapasan sebagai cara untuk merespon hal-hal pembuat stres negatif.

DBT secara khusus ditujukan untuk orang yang punya banyak masalah kesehatan mental. Terapi ini pun melibatkan banyak sesi terapi privat, sesi grup dan pendampingan lewat telepon.

"DBT benar-benar mengubah hidup saya. Saya ingin lebih banyak orang bicara mengenai terapi," kata wanita cantik itu.

Ia benar. Lebih banyak orang butuh terbuka dan menerima masalah mental yang dideritanya sehingga orang lain yang mengalami masalah sama pun tak takut mencari pertolongan. Riset membuktikan, rasa malu seputar kesehatan mental sering membungkam mereka yang membutuhkan pertolongan dari dokter atau psikolog.

Para ahli setuju bahwa terapi merupakan salah satu cara terbaik mengatasi masalah kesehatan mental. Dan satu cara terbaik agar masyarakat mendapatkan pengertian lebih baik soal kesehatan mental adalah mendapatkan advokasi dari seorang selebriti seperti Selena Gomez.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saya senang selebriti saat ini mau bicara," kata Leanne Williams, profesor psikiatri dan ilmu perilaku dari Stanford University. "Bicara terbuka itu amat penting untuk menemukan solusi dan pengobatan," tambahnya.

Selena Gomez berharap bicara terbuka mengenai pengalaman terapi mendorong orang lain pula, khususnya wanita untuk berani bicara pula. Gomez ingin menjadi suara dari Hollywood yang menghilangkan pemikiran bahwa kita harus jadi sempurna.

"Kita juga perlu merasa dibolehkan untuk berantakan," kata Gomez.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X