Bunuh Diri dapat Dicegah Jika Masyarakat Peka dan Peduli

Kompas.com - 18/03/2017, 13:16 WIB
Ilustrasi. SHUTTERSTOCKIlustrasi.
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Angka kejadian bunuh diri di Indonesia tergolong tinggi, dalam satu jam rata-rata satu orang melakukan bunuh diri. Tindakan ini sebenarnya dapat dicegah.

Orang yang ingin melakukan bunuh diri pada umumnya menunjukkan gejala. Sekitar 90 persen kasus bunuh diri dipicu oleh depresi yang memiliki gejala klinis murung, sedih, putus asa, tidak nafsu makan, susah konsentrasi, serta ada ide bunuh diri.

"Gejala depresi itu berlangsung setidaknya dua minggu dan membuat fungsi sosialnya terganggu," kata dr.Andri, Sp.KJ dari RS Omni Alam Sutera Tangerang.

Orang yang ingin bunuh diri biasanya juga menunjukkan tanda pesan kematian, seperti menulis keinginan mati, wasiat, menasihati tentang makna dan filosofi hidup, atau memberikan barang yang sangat disenangi.

Oleh karenanya, perubahan perilaku itu seharusnya dikenali oleh orang di sekitarnya. Dukungan keluarga dan juga bantuan profesional untuk konseling bisa membantu mengatasi depresi, bahkan menghilangkan keinginan bunuh diri.

Menurut Reza Indragiri Amriel, Kabid Pemenuhan Hak Anak Lembaga Perlindungan Anak Indonesia, riset pada orang-orang yang gagal bunuh diri menyebutkan, para survivor itu berharap jika sebelumnya ada orang yang mau hadir untuk mereka.

Kehadiran orang terdekat sebagai tempat mencurahkan perasaan dan mendengar sangat membantu. Hindari respon negatif seperti menekan, menghakimi, atau menghina, karena dapat membuat mereka semakin menutup diri.

Harus diakui sikap peka dan peduli pada sekitar memang semakin sulit didapat karena kurangnya waktu berinteraksi dan berkomunikasi. Padahal, dengan bersikap lebih peka dan berempati kematian sia-sia bisa dicegah.

Baca juga:
Waspadai Efek Menonton Tayangan Bunuh Diri di Media Sosial 
Kenali Gejala Depresi, Pemicu Utama Bunuh Diri 
Kominfo Imbau "Netizen" Tak Sebarkan Video Siaran Langsung Bunuh Diri 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Waspada Hujan Lebat hingga Sangat Lebat di Jabodetabek, Ini Daftar Wilayahnya

Waspada Hujan Lebat hingga Sangat Lebat di Jabodetabek, Ini Daftar Wilayahnya

Oh Begitu
Mengapa Hujan Seharian Bisa Menyebabkan Bencana Banjir?

Mengapa Hujan Seharian Bisa Menyebabkan Bencana Banjir?

Fenomena
Tidur Tengkurap Membuat Pasien Covid-19 Terhindar dari Ventilator, Kok Bisa?

Tidur Tengkurap Membuat Pasien Covid-19 Terhindar dari Ventilator, Kok Bisa?

Oh Begitu
Gempa Hari Ini: M 5, 1 Guncang Pandeglang Terasa hingga Malingping

Gempa Hari Ini: M 5, 1 Guncang Pandeglang Terasa hingga Malingping

Fenomena
Terlalu Banyak Makan Makanan Manis Bisa Melemahkan Sistem Kekebalan, Kok Bisa?

Terlalu Banyak Makan Makanan Manis Bisa Melemahkan Sistem Kekebalan, Kok Bisa?

Oh Begitu
Ahli Sebut 140.000 Virus Baru Ditemukan di Usus Manusia

Ahli Sebut 140.000 Virus Baru Ditemukan di Usus Manusia

Oh Begitu
Kamasutra Satwa: Hewan Bonobo Lakukan Hubungan Sesama Jenis

Kamasutra Satwa: Hewan Bonobo Lakukan Hubungan Sesama Jenis

Oh Begitu
3 Misteri Alam Semesta Berpotensi dapat Nobel Prize, Jika Terpecahkan

3 Misteri Alam Semesta Berpotensi dapat Nobel Prize, Jika Terpecahkan

Fenomena
Di Bawah Sinar UV, Bulu Hewan Ini Menyala Seperti Lampu Disko

Di Bawah Sinar UV, Bulu Hewan Ini Menyala Seperti Lampu Disko

Oh Begitu
Viral Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Peneliti Sebut karena Kelainan Genetis

Viral Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Peneliti Sebut karena Kelainan Genetis

Oh Begitu
Siapa yang Boleh Donor Terapi Plasma Konvalesen? Ini Syarat Lengkapnya

Siapa yang Boleh Donor Terapi Plasma Konvalesen? Ini Syarat Lengkapnya

Kita
Sekali Suntik, Vaksin Johnson & Johnson Efektif Kurangi Risiko Covid-19

Sekali Suntik, Vaksin Johnson & Johnson Efektif Kurangi Risiko Covid-19

Fenomena
Jangan Minum Obat Pereda Nyeri Sebelum Divaksin Covid-19, Begini Penjelasan Ahli

Jangan Minum Obat Pereda Nyeri Sebelum Divaksin Covid-19, Begini Penjelasan Ahli

Oh Begitu
Tingkat Imun Bisa Prediksikan Risiko Infeksi Covid-19 Gejala Berat

Tingkat Imun Bisa Prediksikan Risiko Infeksi Covid-19 Gejala Berat

Oh Begitu
Penemuan Kebetulan Microwave, Alat Masak Canggih di Akhir Perang Dunia

Penemuan Kebetulan Microwave, Alat Masak Canggih di Akhir Perang Dunia

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X