Kompas.com - 14/03/2017, 09:03 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Kita semua tahu bahwa lemak tubuh ekstra sering berakibat tidak baik. Bukan cuma penampilan dan meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke dan diabetes tipe-2, tapi lemak ekstra juga menaikkan risiko penyakit ginjal.

Jika sekarang ini Anda mengalami obesitas, Anda mungkin tidak menyadari bahwa menurunkn berat badan dapat membantu mencegah penyakit ginjal.

Menurunkan berat badan juga memerlambat perkembangan penyakit pada orang yang sudah didiagnosis dengan penyakit ginjal kronis, menurut nefrolog Sankar Navaneethan, MD.

"Obesitas dan kelebihan berat badan merupakan faktor risiko penyakit ginjal kronis dan berhubungan dengan perkembangan penyakit tersebut," katanya. "Juga merupakan faktor risiko sindrom metabolik."

Orang dengan sindrom metabolik memiliki risiko 20 sampai 30 persen lebih tinggi untuk mengembangkan penyakit ginjal daripada orang tanpa sindrom metabolik, kata Dr. Navaneethan.

Sindrom metabolik adalah sekelompok faktor yang juga meningkatkan risiko penyakit jantung dan diabetes.

Masih menurut Dr. Navaneethan, Anda harus waspada terhadap risiko naiknya penyakit ginjal jika memiliki:

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

1. Ukuran pinggang besar, atau memiliki banyak lemak di bagian tengah tubuh Anda
2. Memiliki tingkat trigliserida dalam darah yang tinggi.
3. Kadar lemak baik atau HDL rendah
4. Tekanan darah tinggi
5. Gula darah tinggi, bahkan sebelum Anda makan.

Adalah sangat penting untuk diingat bahwa bahkan jika Anda menggunakan obat untuk mengendalikan kadar gula, tekanan darah atau kadar kolesterol Anda, risiko penyakit ginjal tetap tinggi jika Anda masih obesitas atau kelebihan berat badan.

Pada orang yang sudah memiliki penyakit ginjal kronis, mengalami sindrom metabolik akan meningkatkan kemungkinan penyakit ginjal mereka melaju ke stadium akhir. Orang dengan penyakit ginjal stadium akhir harus diobati dengan dialisis atau transplantasi ginjal.

Kurangi risiko Anda

Mulailah dengan menurunkan berat badan hingga mencapai angka berat badan yang sehat. Berat badan yang sehat dapat mengurangi risiko diabetes dan tekanan darah tinggi, yang pada gilirannya, juga akan menurunkan risiko Anda terkena penyakit ginjal.

Bagi Anda yang terlanjur memiliki penyakit ginjal, bicaralah dengan dokter sebelum memulai program penurunan berat badan.

Pasalnya, ada beberapa jenis diet yang sedang populer, menganjurkan Anda banyak makan makanan yang berprotein tinggi dan ini bisa berbahaya. Bahkan, jenis diet tertentu bisa menyakiti ginjal Anda yang masih sehat.

Protein tinggi dan diet rendah karbohidrat dapat membahayakan ginjal dengan dua cara.

Pertama, diet yang terlalu tinggi protein akan menambah ketegangan atau beban pada ginjal karena protein lebih sulit untuk diolah.

Kedua, ketika tubuh Anda membakar lebih banyak lemak daripada glukosa dari karbohidrat, Anda berisiko memasuki fase ketosis. Ketosis adalah keadaan metabolik yang dapat menyebabkan kerusakan ginjal.

Sekali lagi, bekerjasamalah dengan dokter untuk membuaat rencana penurunan berat badan yang memenuhi kebutuhan gizi Anda sekaligus melindungi kesehatan, termasuk melindungi ginjal Anda.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Batu Ginjal
Batu Ginjal
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Laura Anna Lumpuh karena Dislokasi Tulang Leher Setelah Kecelakaan, Kondisi Apa Itu?

Kasus Laura Anna Lumpuh karena Dislokasi Tulang Leher Setelah Kecelakaan, Kondisi Apa Itu?

Fenomena
4 Makanan Pahit Namun Kaya Manfaat untuk Kesehatan

4 Makanan Pahit Namun Kaya Manfaat untuk Kesehatan

Oh Begitu
BMKG: Cuaca Ekstrem Diprediksi Hantam Indonesia hingga 9 Desember

BMKG: Cuaca Ekstrem Diprediksi Hantam Indonesia hingga 9 Desember

Fenomena
Video Viral Siswi SMA Mencoba Bunuh Diri karena Video Asusila Tersebar, Apa Dampaknya bagi Korban?

Video Viral Siswi SMA Mencoba Bunuh Diri karena Video Asusila Tersebar, Apa Dampaknya bagi Korban?

Kita
Apa Itu Sotrovimab, Obat Antibodi yang Disebut Mampu Lawan Omicron?

Apa Itu Sotrovimab, Obat Antibodi yang Disebut Mampu Lawan Omicron?

Oh Begitu
Inggris Setujui Obat Covid-19 Sotrovimab, Tampaknya Bisa Lawan Omicron

Inggris Setujui Obat Covid-19 Sotrovimab, Tampaknya Bisa Lawan Omicron

Oh Begitu
Cara Unik Semut Bagikan Informasi pada Kawanannya, Muntahkan Cairan ke Mulut Satu Sama Lain

Cara Unik Semut Bagikan Informasi pada Kawanannya, Muntahkan Cairan ke Mulut Satu Sama Lain

Oh Begitu
Imunisasi Kejar, Susulan Imunisasi Dasar yang Tertunda untuk Anak

Imunisasi Kejar, Susulan Imunisasi Dasar yang Tertunda untuk Anak

Oh Begitu
Orbit Bumi Berfluktuasi Pengaruhi Evolusi, Ilmuwan Temukan Buktinya

Orbit Bumi Berfluktuasi Pengaruhi Evolusi, Ilmuwan Temukan Buktinya

Fenomena
[POPULER SAINS] WHO: Dunia Ciptakan Ladang Subur bagi Varian Baru Berkembang | Robot Pertama yang Bisa Bereproduksi

[POPULER SAINS] WHO: Dunia Ciptakan Ladang Subur bagi Varian Baru Berkembang | Robot Pertama yang Bisa Bereproduksi

Oh Begitu
5 Bintang Paling Terang yang Menghiasi Langit Malam

5 Bintang Paling Terang yang Menghiasi Langit Malam

Oh Begitu
Dahsyatnya Letusan Gunung Vesuvius Setara Bom Atom Hiroshima, Ini Kata Arkeolog

Dahsyatnya Letusan Gunung Vesuvius Setara Bom Atom Hiroshima, Ini Kata Arkeolog

Fenomena
4 Tahapan Siklus Menstruasi

4 Tahapan Siklus Menstruasi

Kita
Unik, Peneliti Temukan Fosil Dinosaurus Ekor Lapis Baja di Chili

Unik, Peneliti Temukan Fosil Dinosaurus Ekor Lapis Baja di Chili

Fenomena
Ukuran Gigi Taring Manusia Menyusut Seiring Waktu, Kok Bisa?

Ukuran Gigi Taring Manusia Menyusut Seiring Waktu, Kok Bisa?

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.