Kompas.com - 12/03/2017, 14:07 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Sehat atau tidaknya penataan rambut sehari-hari, bukan hanya bergantung pada bentuk penataan atau bahan kimia yang Anda gunakan, namun lebih kepada apa yang dirasakan di kulit kepala.

Beberapa jenis penataan rambut sehari-hari, seperti kuncir kuda atau menggunakan jepitan yang terlau kencang dapat menyebabkan sensasi ”rambut sakit” setelah Anda mengurainya kembali.

Ini memang sensasi umum. Tetapi itu tak hanya berarti bahwa rambut kita yang sakit, melainkan struktur di bawah rambut yang mendapatkan lebih banyak stres.

"Bila diibaratkan, rambut Anda hanyalah puncak dari gunung es," Dr. Paradi Mirmirani, direktur gangguan rambut untuk Kaiser Permanente di California utara.

"Ada banyak hal yang terjadi di bawah rambut, seperti ujung saraf, pembuluh darah, serta kelenjar minyak.”

Sayangnya, tidak ada perbaikan yang dapat dilakukan setelah Anda merasakan "rambut sakit". Anda hanya harus meninggalkan ikatan atau tatanan rambut jenis apapun yang membuat rambut terasa sakit.

Bila hal ini dibiarkan, dalam kasus yang parah, dapat menimbulkan masalah kulit kepala secara kesuluruhan, kata Dr. Shani Francis, spesialis rambut rontok di daerah Chicago.

“Peradangan yang dibiarkan berkelanjutan bisa berubah menjadi apa yang disebut sebagai alopecia traksi atau penyakit kulit kepala yang ditandai dengan kerontokan parah,” lanjut Francis.

Jadi, apa yang bisa dilakukan agar rambut dan bagian-bagiannya kembali sehat? Cobalah untuk lebih banyak menggerai rambut Anda, atau mengganti letak ikatan ekor kuda atau jepitan agar tak hanya satu bagian rambut yang terus tertarik.

Bila memungkinkan, tata rambut dengan gaya ikatan kuat hanya untuk acara-acara khusus.

Baik Paradi dan Francis, yang keduanya merupakan dermatologists bersertifikat dari American Academy of Dermatology mengatakan, banyak pasien mereka yang menderita kerontokan rambut parah akibat sering mengabaikan sensasi “rambut sakit”.

Jadi jika Anda merasa rambut sakit setelah mengikat rambut dengan kuat, menjepitnya, atau menatanya dengan gaya apapun, hondari gaya tersebut setidaknya 1 minggu.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber MSN.com
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jokowi Bolehkan Lepas Masker di Luar Ruangan, Epidemiolog: Sebaiknya Jangan Terburu-buru

Jokowi Bolehkan Lepas Masker di Luar Ruangan, Epidemiolog: Sebaiknya Jangan Terburu-buru

Kita
[POPULER SAINS] Pantau Suhu Maksimum Cuaca Panas di Indonesia | Letusan Gunung Tonga Ledakan Terbesar | Makan Nanas Bikin Mulut Gatal

[POPULER SAINS] Pantau Suhu Maksimum Cuaca Panas di Indonesia | Letusan Gunung Tonga Ledakan Terbesar | Makan Nanas Bikin Mulut Gatal

Oh Begitu
Jangan Remehkan Hipertensi, 4 Organ Tubuh Ini Bisa Rusak akibat Komplikasi

Jangan Remehkan Hipertensi, 4 Organ Tubuh Ini Bisa Rusak akibat Komplikasi

Oh Begitu
Hari Hipertensi Sedunia 2022, Kenali Faktor Risiko Hipertensi yang Bisa Dialami Usia Muda

Hari Hipertensi Sedunia 2022, Kenali Faktor Risiko Hipertensi yang Bisa Dialami Usia Muda

Kita
Medina Zein Disebut Alami Bipolar Tahap Akhir, Ini Kata Psikiater

Medina Zein Disebut Alami Bipolar Tahap Akhir, Ini Kata Psikiater

Kita
Asteroid 2013 UX Lewat Dekat Bumi Hari Ini, Akankah Menabrak Bumi?

Asteroid 2013 UX Lewat Dekat Bumi Hari Ini, Akankah Menabrak Bumi?

Fenomena
NASA Bagikan Suara dari Lubang Hitam Supermasif di Galaksi Bima Sakti

NASA Bagikan Suara dari Lubang Hitam Supermasif di Galaksi Bima Sakti

Fenomena
Kenapa Matahari Tenggelam? Ini Penjelasannya Menurut Sains

Kenapa Matahari Tenggelam? Ini Penjelasannya Menurut Sains

Fenomena
WHO Selidiki Keterkaitan Virus Corona dengan Hepatitis Akut Misterius pada Anak

WHO Selidiki Keterkaitan Virus Corona dengan Hepatitis Akut Misterius pada Anak

Oh Begitu
Kapan Seseorang Dikatakan Hipertensi? Kenali Gejalanya

Kapan Seseorang Dikatakan Hipertensi? Kenali Gejalanya

Kita
Apakah Hepatitis Akut Misterius Berpotensi jadi Pandemi Berikutnya?

Apakah Hepatitis Akut Misterius Berpotensi jadi Pandemi Berikutnya?

Oh Begitu
Surabaya Cuaca Terpanas di Indonesia, Berikut Wilayah dengan Suhu Paling Panas

Surabaya Cuaca Terpanas di Indonesia, Berikut Wilayah dengan Suhu Paling Panas

Fenomena
BMKG Ungkap 5 Penyebab Suhu Udara Panas dan Gerah Akhir-akhir Ini

BMKG Ungkap 5 Penyebab Suhu Udara Panas dan Gerah Akhir-akhir Ini

Fenomena
Apa Itu Perilaku Manipulatif dan Ciri-cirinya

Apa Itu Perilaku Manipulatif dan Ciri-cirinya

Kita
Cuaca Panas Indonesia, Pantau Suhu Maksimum Harian Lewat Link Ini

Cuaca Panas Indonesia, Pantau Suhu Maksimum Harian Lewat Link Ini

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.