Kompas.com - 10/03/2017, 21:17 WIB
#SkipChallenge atau Skip Chalange, yaitu tantangan dengan cara menekan dada selama mungkin yang membuat peserta sampai mengalami pingsan. Video yang berisi tantangan ini sedang beredar di Instagram dan juga di Youtube, aksi seperti ini berbahaya dan tak boleh ditiru. Instagram#SkipChallenge atau Skip Chalange, yaitu tantangan dengan cara menekan dada selama mungkin yang membuat peserta sampai mengalami pingsan. Video yang berisi tantangan ini sedang beredar di Instagram dan juga di Youtube, aksi seperti ini berbahaya dan tak boleh ditiru.
|
EditorBestari Kumala Dewi

JAKARTA, KOMPAS.com - Tantangan skip challenge yang dilakukan oleh sejumlah remaja belakangan ini menjadi viral di media sosial. Para remaja tersebut tampaknya tak menyadari bahaya menerima tantangan #SkipChallenge.

Akibat menahan napas, ditambah lagi bagian dada yang ditekan, otak pun bisa kekurangan oksigen. Hal itu menyebabkan pingsan sesaat dan bisa disertai kejang-kejang.

Dokter spesialis bedah saraf, Wawan Mulyawan menuturkan, otak memang bagian organ tubuh yang paling rentan terdampak ketika tubuh kekurangan oksigen.

Kerusakan yang terjadi pada otak mulai dari yang ringan hingga berat. Pada kerusakan ringan, biasanya hanya menyebabkan pusing sesaat, pandangan kabur, atau seperti terasa melayang. Namun, kerusakan ringan pada otak bisa pulih dengan sendirinya.

Dari kerusakan ringan bisa menjadi kerusakan sedang. Gejala kerusakan sedang, yakni kejang-kejang hingga hilang kesadaran. Pada kerusakan sedang, risikonya bisa terjadi pemulihan jaringan yang rusak, bisa juga tidak.

"Pada kerusakan otak yang sedang bisa mengenai bagian otak yang penting, yaitu cerebral cortex yang berkaitan dengan sensorik, memori, perasa, memori jangka pendek," jelas Wawan saat dihubungi Kompas.com, Jumat (10/3/2017).

Kemudian, pada kerusakan berat, banyak sel otak yang mati. Hal in bisa berujung pada risiko stroke, henti napas, henti jantung, hingga kematian.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebelum ramai dilakukan sejumlah remaja di Indonesia, skip challenge atau passout challenge juga banyak dilakukan remaja di Amerika. Tantangan skip challenge bahkan telah memakan korban di AS.

Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit menyatakan, sepanjang 1995-2007 saja, ada 82 media di AS yang melaporkan kematian karena skip challenge.

Tim Kreatif Kompas.com Bahaya Skip Challenge

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.