Kompas.com - 09/03/2017, 12:03 WIB
|
EditorLusia Kus Anna

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyakit ginjal menempati urutan kedua yang paling banyak menyedot dana BPJS Kesehatan setelah penyakit jantung. Data BPJS Kesehatan tahun 2014 menunjukkan, klaim untuk penyakit ginjal mencapai Rp 2,2 triliun.

Angka tersebut di tahun 2015 meningkat jadi 2,78 triliun. Adapun data sementara tahun 2016 juga menunjukkan angka yang tak jauh berbeda, yakni lebih dari Rp 2 triliun.

Ketua Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI) dr. Dharmeizar, SpPD-KGH mengungkapkan, dana tersebut paling banyak dipakai untuk hemodialisis atau lebih dikenal dengan sebutan cuci darah.

"Pasien penyakit ginjal kronis atau gagal ginjal sebagian besar harus cuci darah," kata Dharmeizar dalam acara peringatan Hari Ginjal Sedunia di Jakarta, Rabu (9/3/2017).

Ahli ginjal dan hipertensi, Prof. Dr. dr. Suhardjono, SpPD-KGH menambahkan, cuci darah memang memakan biaya yang tak sedikit karena harus rutin dilakukan setiap minggu oleh pasien gagal ginjal. Dalam seminggu, pasien bisa menjalani 2-3 kali cuci darah selama masing-masing 4-5 jam.

"Jadi satu pasien dalam sebulan itu sekitar 8 kali hadir (untuk cuci darah). Dalam setahun hitung saja sudah berapa biayanya," kata Suhardjono.

Biaya sekali cuci darah sekitar Rp 750 ribu- Rp 1 juta. Bahkan untuk di rumah sakit swasta bisa lebih dari Rp 1 juta. Tak hanya sekali dua kali, cuci darah harus dijalani pasien gagal ginjal seumur hidupnya. Terkecuali jika pasien mendapat donor ginjal, bisa menjalani transplantasi ginjal dengan biaya sekitar Rp 350-500 juta.

Bertepatan dengan Hari Ginjal Sedunia yang diperingati setiap 9 Maret, masyarakat diajak untuk lebih peduli dengan kesehatan ginjalnya. Mulai dari pola makan sehat, olahraga rutin, cukup minum air putih, kendalikan gula darah dan tekanan darah, serta rajin cek kesehatan ginjal.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apa Manfaat Rambutan untuk Kesehatan Jantung?

Apa Manfaat Rambutan untuk Kesehatan Jantung?

Oh Begitu
Susu Mana yang Paling Baik untuk Lingkungan?

Susu Mana yang Paling Baik untuk Lingkungan?

Oh Begitu
Jenis-jenis Kelainan Darah dan Penyebabnya

Jenis-jenis Kelainan Darah dan Penyebabnya

Kita
Spesies Baru Kungkang Berkepala Mirip Kelapa Sempat Dikira Tidak Ada

Spesies Baru Kungkang Berkepala Mirip Kelapa Sempat Dikira Tidak Ada

Oh Begitu
Bagaimana Cara Semut Merayap di Dinding dan Melawan Gravitasi?

Bagaimana Cara Semut Merayap di Dinding dan Melawan Gravitasi?

Prof Cilik
Sama-sama Hitam dan Putih, Apa Bedanya Puffin dengan Penguin?

Sama-sama Hitam dan Putih, Apa Bedanya Puffin dengan Penguin?

Oh Begitu
Apa Warna Bulan yang Sebenarnya?

Apa Warna Bulan yang Sebenarnya?

Oh Begitu
Kenapa Hiu Takut terhadap Lumba-lumba?

Kenapa Hiu Takut terhadap Lumba-lumba?

Oh Begitu
Spesies Baru Kungkang Ditemukan, Kepalanya Mirip Kelapa Dikupas

Spesies Baru Kungkang Ditemukan, Kepalanya Mirip Kelapa Dikupas

Oh Begitu
Apa Manfaat Kupu-kupu dalam Ekosistem?

Apa Manfaat Kupu-kupu dalam Ekosistem?

Oh Begitu
Burung Pengicau Berwarna Mencolok Berisiko Punah Lebih Cepat

Burung Pengicau Berwarna Mencolok Berisiko Punah Lebih Cepat

Oh Begitu
Jumlah Darah dalam Tubuh Manusia

Jumlah Darah dalam Tubuh Manusia

Kita
5 Objek Paling Terang di Tata Surya

5 Objek Paling Terang di Tata Surya

Oh Begitu
Orang Suku Maya Kuno Makan Cokelat, Tidak Hanya untuk Persembahan Dewa

Orang Suku Maya Kuno Makan Cokelat, Tidak Hanya untuk Persembahan Dewa

Fenomena
Trenggiling Makan Apa?

Trenggiling Makan Apa?

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.