Kompas.com - 08/03/2017, 22:05 WIB
|
EditorBestari Kumala Dewi

Merokok juga dapat memengaruhi perkembangan dan kualitas sperma, mengurangi jumlah sperma dan mengurangi volume air mani. Racun dalam asap tembakau seperti kadmium, nikotin, benzopyrene dapat merusak materi genetik dalam sel sperma.

Apakah itu saja kerugian yang diderita pria karena merokok? Tidak! U.S. Department of Health and Human Services dan penelitian yang dimuat dalam jurnal Human Reproduction Update 2000 (Smoking and reproduction: gene damage to human gametes and embryos) menyebutkan, anak-anak dari ayah yang merokok dapat mengalami peningkatan risiko kanker saat masa perkembangannya.

Peneliti menduga, hal itu terjadi sebagai akibat dari kerusakan sperma ayah.

Selain itu, merokok juga dikaitkan dengan naiknya risiko kanker penis invasif. Risiko ini sekitar empat kali lebih banyak daripada non-perokok.

Berhenti merokok akan mengurangi risiko Anda mengalami disfungsi ereksi. Bagi yang sudah mengalami disfungsi ereksi, beberapa studi menunjukkan bahwa berhenti merokok dapat membantu pemulihan. Berhenti sekarang juga atau jangan pernah mencoba untuk merokok.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber Quitnow
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.