718.000 Hektar Lahan Gambut Terdata

Kompas.com - 06/03/2017, 20:27 WIB
Yunanto Wiji Utomo Deputi Badan Restorasi Gambut (BRG), Budhi S Wardhana, menerangkan hasil pemetaan LiDAR.

KOMPAS.com - Pemetaan lapangan berbasis sinar laser atau LiDAR telah selesai pada kabupaten prioritas restorasi gambut. Pengolahan data dan informasi pemetaan ini untuk sementara baru diselesaikan di lima kesatuan hidrologis gambut seluas 718.000 hektar.

"Untuk keseluruhan pengolahan data pemetaan LiDAR hasilnya selesai Mei 2017," kata Kepala Badan Restorasi Gambut (BRG) Nazir Foead, Minggu (5/3/2017), di Jakarta. Perkiraan ini mundur dua bulan dari rencana awal karena kendala cuaca saat pengambilan data.

Ia menyebutkan data hasil pengolahan peta LiDAR (light, detection, and ranging) pada lima kesatuan hidrologis gambut (KHG) ini menjadi bahan BRG untuk menyusun detail teknis perencanaan fisik di lapangan. Dicontohkan, perencanaan pekerjaan fisik itu meliputi metode perawatan sekat kanal hingga menghitung jumlah pembuatan sekat kanal beserta lebar dan kemiringannya.

Peta dengan skala 1 : 2.500 yang bisa didetailkan hingga 1 : 1.000 ini juga jadi bahan BRG memberikan masukan kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terkait teknis restorasi pada pemegang konsesi. Mekanismenya, dengan berpatokan pada informasi peta, Direktorat Jenderal Pengelolaan Hutan Produksi Lestari mengirim surat penugasan restorasi kepada pengelola konsesi kehutanan untuk merevisi rencana kerja usaha (RKU).

"Kami berharap April revisi RKU sudah rampung dan kegiatan restorasi sudah bisa dimulai," kata Nazir yang mendapat tugas dari Presiden untuk merestorasi 2 juta ha rawa gambut di tujuh provinsi.

Dari 718.000 ha lahan gambut, sebagian berada di area konsesi perusahaan. Namun, tak semua area dilakukan restorasi karena ada beberapa area konsesi yang hanya membutuhkan pemeliharaan. Untuk konsesi yang harus direstorasi, RKU harus diubah.

Deputi Perencanaan dan Kerja Sama BRG Budi S Wardhana menambahkan, lokasi prioritas pengerjaan fisik yang telah selesai berada di KHG Tebing Tinggi, KHG Pulau Padang (Riau), KHG Sungai Cawang-Air Lalang, KHG Air Sugihan-Sungai Saleh (Sumatera Selatan), KHG Sungai Kahayang-Sungai Sebangau (Kalimantan Tengah).

Secara terpisah, Tri Cahyono Tristiaji, Direktur PT ASI Pudjiastuti Geosurvey, mengatakan, dari pemetaan LiDAR yang ia lakukan di Musi Banyuasin-Ogan Komering Ilir, Sumsel, telah diserahkan 44.000 ha ke BRG. Area prioritas ini telah dilengkapi peta foto, digital elevation model (model ketinggian permukaan), dan tutupan lahan. Seluruh peta diserahkan ke BRG pada April.

Tangani ketelanjuran

Keberadaan konsesi di gambut berfungsi lindung yang akan diberi kemudahan lahan pengganti dikritik Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi). Langkah ini dinilai melemahkan upaya penegakan hukum terhadap kejahatan lingkungan.

Seperti diberitakan Kompas, 23 Februari 2017, KLHK mengeluarkan kebijakan yang mendorong revisi RKU bagi industri, khususnya 101 pemegang izin hutan tanaman industri di rawa gambut yang berfungsi lindung dengan luas mencapai 2,5 juta ha, dari sekitar 4 juta ha yang harus direstorasi. Bahkan, konsesi yang minimal 40 persen areanya terkena restorasi memungkinkan untuk mengajukan lahan pengganti.

"Kebijakan memberikan lahan pengganti atau landswap kepada perusahaan yang justru melanggar hukum sebagai agenda 'pemutihan' yang terus-menerus diproduksi KLHK," kata Direktur Eksekutif Walhi Nur Hidayati.

Ia mendorong agar penegakan hukum dilakukan kepada pemilik konsesi yang terbakar, bukan malah diberi lahan baru. Walhi juga mendorong KLHK ataupun BRG membuka nama-nama perusahaan yang ada dalam peta indikatif restorasi gambut, khususnya yang berada di kubah gambut. (ICH)


Bagaimana manusia memicu hilangnya harta karun gambut tropis yang terkumpul sejak 11.000 tahun lalu? Simak dalam VIK "Hikayat Singkat Gambut Tropis" dan Harta karunnya di tautan ini.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


EditorYunanto Wiji Utomo

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Benarkah Kecanduan Main 'Game' Sebabkan Gangguan Jiwa? Ini Kata Dokter

Benarkah Kecanduan Main "Game" Sebabkan Gangguan Jiwa? Ini Kata Dokter

Oh Begitu
Gerhana Bulan Sebagian Rabu Dini Hari, Bakal Ditemani 2 Planet Ini

Gerhana Bulan Sebagian Rabu Dini Hari, Bakal Ditemani 2 Planet Ini

Oh Begitu
Penyebab Gempa Bali, Ada Geliat di Lempeng Indo-Australia

Penyebab Gempa Bali, Ada Geliat di Lempeng Indo-Australia

Oh Begitu
Viral Video Ribuan Ikan Terdampar di Pantai Canggu, Dikaitkan Gempa Bali Hari Ini, Benarkah?

Viral Video Ribuan Ikan Terdampar di Pantai Canggu, Dikaitkan Gempa Bali Hari Ini, Benarkah?

Oh Begitu
Gempa Bermagnitudo 6 Guncang Bali, BMKG Ungkap Sebab dan Keunikannya

Gempa Bermagnitudo 6 Guncang Bali, BMKG Ungkap Sebab dan Keunikannya

Oh Begitu
Durasi Gerhana Bulan Sebagian pada Rabu Dini Hari, Ini Daftarnya...

Durasi Gerhana Bulan Sebagian pada Rabu Dini Hari, Ini Daftarnya...

Fenomena
Panduan Lihat Gerhana Bulan Sebagian Rabu Dini Hari, Gerhana Bulan Kasatmata Terakhir hingga 2021

Panduan Lihat Gerhana Bulan Sebagian Rabu Dini Hari, Gerhana Bulan Kasatmata Terakhir hingga 2021

Oh Begitu
Saksikan Gerhana Bulan Kasatmata Terakhir Malam Ini, Takkan Terjadi hingga 2021

Saksikan Gerhana Bulan Kasatmata Terakhir Malam Ini, Takkan Terjadi hingga 2021

Fenomena
Spesial, Jangan Lewatkan Gerhana Bulan Sebagian pada Rabu Dini Hari

Spesial, Jangan Lewatkan Gerhana Bulan Sebagian pada Rabu Dini Hari

Fenomena
5 Fakta Matahari di Atas Kabah, Waktu Hingga Cara Sempurnakan Kiblat

5 Fakta Matahari di Atas Kabah, Waktu Hingga Cara Sempurnakan Kiblat

Fenomena
Gempa Hari Ini: 5 Kali Guncangan, Wilayah Mana Saja?

Gempa Hari Ini: 5 Kali Guncangan, Wilayah Mana Saja?

Kita
Tak Ada Toilet di Misi Apollo, Begini Cara Neil Armstrong Buang Hajat

Tak Ada Toilet di Misi Apollo, Begini Cara Neil Armstrong Buang Hajat

Oh Begitu
Pria Inggris Jadi Buta karena Pakai Lensa Kontak Saat Mandi, Kok Bisa?

Pria Inggris Jadi Buta karena Pakai Lensa Kontak Saat Mandi, Kok Bisa?

Fenomena
Sains Diet, Kuning Telur Perlu Dihindari atau Tidak?

Sains Diet, Kuning Telur Perlu Dihindari atau Tidak?

Oh Begitu
Matahari Tepat di Atas Kabah, Waktunya Cek Ulang Arah Kiblat

Matahari Tepat di Atas Kabah, Waktunya Cek Ulang Arah Kiblat

JEO
Close Ads X